Tapi tak semua warga Kudus di perantuan bisa mendapatkan tiket itu. Di antara syaratnya, pemudik sudah vaksin booster. Persyaratan lainnya, warga berprofeesi sebagai asisten rumah tangga, pengemudi online, buruh bangunan, dan pedagang kecil.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto menyatakan pemberangkatan akan dilaksanakan Kamis (28/4). Lokasinya mulai dari Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII, Jakarta Timur.
Anggaran mudik gratis ini sebesar Rp 49 juta. Kapasitas per busnya memuat 50 orang.
Pemkab Kudus tahun ini menyediakan dua bus saja. Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyelenggarakan mudik gratis. Diharapkan jika kuota penumpang dari bus Kudus penuh bisa beralih bisa ke Pemrov Jateng.
”Selain itu, kami akan menyambut di terminal Induk. Ada 10 bus dari pemprov atau Kementerian Perhubungan. Dimungkinkan penumpangnya campur. Bukan dari Kudus saja,” katanya.
Pemkab Kudus juga akan berkoordinasi dengan paguyuban warga Kudus di Jakarta.
”Agar penumpang terakomodasi,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan pada 2020 dan 2021 fasilitas mudik gratis ditiadakan. Karena larangan mudik.
Penyelenggaraan mudik gratis ini merupakan respon terhadap kebijakan pemerintah pusat. Pasalnya, pemerintah membuka kran mudik pada tahun ini. Pihaknya berharap program mudik gratis ini berjalan sukses dan lancar. (gal/zen) Editor : Ali Mustofa