Dari pantauan, Pasar Murah Ramadan 2022 Kodim 0722/ Kudus itu dibuka pukul 09.00 hingga 16.00. Namun warga sudah datang sebelum Pasar Murah Ramadan itu dibuka.
Baru dua jam setelah buka, paket sembako pun habis.
Ada berbagai macam sembako yang dijual dengan harga murah seperti, minyak goreng dijual Rp 20 ribu per liter. Beras Rp 22 ribu per 2,5 kilogram, gula pasir Rp 10.500 per kilogram, mi instan Rp 95 ribu per kardus, teh Rp 3.500 perdus, hingga sirup Rp 16 ribu per botol. Pembelian sembako juga dibatasi. Warga hanya dibolehkan membeli dua liter minyak goreng dan dua kilogram gula pasir.
Warga yang datang rela antri berjam-jam, bahkan datang sebelum acara dimulai. Meski antusiasme warga begitu tinggi, antrean berjalan kondusif dan dapat diatur.
Hal ini dialami oleh Tari warga Desa Bacin. Dia mengaku datang bersama anaknya pada pukul 09.00. Akibat terlambat dirinya tidak mendapatkan gula pasir.
"Tadi nganter anak dulu jam 06.00, jadi sampai sini hanya dapat minyak goreng saja. Ini murah Rp 20 ribu harga di pasaran Rp 25 ribu," terangnya.
Murni, 52 warga Desa Burikan, rela datang pukul 08.00. Ia mendapatkan paket sembako komplet. Dua liter minyak goreng dan dua kilogram gula pasir.
"Gula pasir di sini harganya Rp 10.500 per kilogramnya. Kalau di luar bisa mencapai Rp 13. 500 per kilogramnya," ungkapnya.
Pihaknya, berharap pasar murah tersebut bisa diselenggarakan lagi. Mengingat harga sembako melambung di pasaran.
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto menyatakan pasar murah ini digelar pada Senin (11/4) hingga Kamis (14/4). Kegiatan ini dilakukan untuk membantu beban masyarakat di tengah tingginya harga bahan pokok. Pembelian dibatasi agar semua warga mendapatkan jatah sembako murah tersebut.
"Kami sediakan per item 5 ribu, semoga bisa ini cukup. Jika kurang, kami berusaha mencarikan," ungkapnya.
Pihaknya berharap acara pasar murah bisa digelar tidak kali ini saja. Namun bisa berkelanjutan hingga beberapa waktu ke depan.(gal/mal) Editor : Ali Mustofa