Pendataan tidak mencakup pada bidang UMKM saja. Tetapi melibatkan pendataan koperasi. Saat ini tercatat ada sebanyak 17.184 UMKM dan koperasi jumlahnya 542.
Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan pendataan ulang dan secara terpadu ini menjadi program nasional.
"Kami laksanakan Bimtek dengan Dinas UMKM Jateng bersama 122 enumolator untuk pendataan ulang ini," katanya.
Sebanyak 122 pendata tersebut berasal dari pendamping PKH, desa hingga lainnya di sembilan kecamatan.
Dari pendataan ini bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan basis data tunggal koperasi dan UMKM secara nasional. Sekaligus untuk memantau struktur ekonomi skala kewilayahan.
Rini menambahkan, pendataan ini dilakukan secara detail. Tidak UMKM saja, tetapi baik alatnya, sekaligus titik koordinat lokasi usaha sudah tepat apa belum.
"Sementara hanya untuk sebagai database dulu, selebihnya kegunaanya mungkin bisa terpadu dan mudah dalam mengakses datanya," ungkapnya.
Pendataan ini akan dilangsungkan per April. Hingga lima bulan ke depan atau Agustus mendatang.
Salah satu pelaku UMKM di Kudus, Debi menyatakan dengan adanya pendataan lengkap koperasi dan UMKM menyambut antusias. Sebab nantinya bisa terdata semua pelaku usaha yang nyata. Dengan harapan program-program dari pemerintah yang berkaitan dengan UMKM bisa tepat sasaran.
"Selama ini dirasa program-program dari pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran dan pembinaan dari dinas terkait belum begitu maksimal. Lewat data riil ini bisa membantu program dinas tepat sasaran," ungkapnya. (gal/mal) Editor : Ali Mustofa