Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan melintasi menuju masjid Wali Loram Kulon di sepanjang jalan dijumpai kedai makanan. Mereka menjualnya secara cuma-cuma atau gratis. Kedai makanan tersebut dibuka masing-masing para calon kepala desa.
Total ada tiga calon kades bersaing di Desa Loram Kulon. Yakni nomor urut pertama Baharuddin Ahmada, nomor urut dua Muhammad Syafi'i, dan ketiga adalah Taslim.
Berdekatan lokasi pemilihan yang jaraknya sekitar 100 meter sebuah warung menuliskan pemeberitahuaan 'Makan Gratis'.
Pemilik warung, Supangat mengaku dagangannya itu diborong calon kades nomor urut dua. Warga yang datang mencoblos boleh makan gratis di warungnya.
Menu yang ditawarkan sederhana. Sayur lodeh dan pecel. Lauknya dengan telur bulat. Satu porsinya nasi tersebut dijual Rp 10 ribu.
”Cuma 60 piring diborong. Ini belum habis (Pukul 09.00, Red) telurnya masih banyak,” katanya.
Hal serupa terjadi di Desa Kaliputu. Posko warung makan gratis didirikan. Lokasinya berada di sebelah barat tempat pemungutan suara (TPS) Balai Desa Kaliputu. Jaraknya sekitar 150 meter dari TPS.
Posko makan gratis itu didirikan oleh calon kepala desa nomor urut tiga, Sumar. Ia membagikan 200 porsi nasi gratis kepada warga. Menunya antara lain berupa nasi soto.
”Ini untuk sarapan masyarakat yang nyoblos ke lokasi,” katanya.
Ia menyatakan, dalam kontestasi politik ini siap menerima hasil kekalahan maupun kemenangan.
Tidak hanya menggratiskan makanan saja. Para calon juga menyiapkan kendaraan operasional pengangkut para calon pemilih. (gal/zen) Editor : Ali Mustofa