Saat wartawan ini ke lokasi, tembok yang dibangun keluarga Sunarsih tak dijebol total. Hanya dilubangi berbentuk pintu. Sebatas untuk lewat. Sutikah pun mengemasi barang-barang di rumahnya untuk dipindah. Dalam kemas-kemas barang itu dibantu pemerintah desa dan kecamatan. Tampak pula Babinsa dan babinkamtibmas.
Baca Juga : Sakit Hati, Warga di Kudus Ini Tutup Jalan Rumah Tetangganya dengan Tembok
Barang-barang milik Sutikah diangkut menggunakan mobil polisian. Barang yang diangkut, seperti ember, penanak nasi, dan perabotan rumah lainnya. Sementara beberapa barang lain (dua karung) yang tak terpakai langsung dijual. Satu karung berbobot 20 kg dan 7 kg.
Rumah Sutikah cukup memprihatinkan. Lantainya masih tanah. Di sana juga pengap dan kumuh. Sebab terbatasnya pencahayaan dan ventilasi udara. Selain itu, rumahnya memang dijepit bangunan rumah tetangga. Dinding rumah Sutikah juga hanya bata merah yang tak terplester.
Sutikah menyebut pasrah dengan keputusan itu. Sebab menurutnya dirinya memang sudah tidak disenangi para tetangga, sehingga menerima keputusan itu.
"Kulo mpun mboten disenengi tiang mriki. Do pengen minggatke kulo. Kulo nak ngomong klentu," jelasnya.
Bahkan saat mediasi pada (7/3) sore, dirinya merasa dipojokkan, sehingga menerima keputusan untuk pergi dari kediamannya itu, demi tidak melangkahkan kakinya lagi di tanah milik Sunarsih.
"Kulo tiang miskin. Tetapi riyen, niki sedoyo tetangga tumbas kalih keluarga kulo. Tapi mekaten balesane. Njih mpun kulo terimo. Mangke gusti Allah ingkang mboten sare sing mangertos," tambahnya.
Dengan keputusan itu Sutikah tak bisa neninggali rumah peninggalan orang tua. Dia pun terpaksa menumpang di rumah saudaranya. Sebab tak memiliki rumah lain.
Kasi Trantib Kecamatan Mejobo Wiyoto menyebut hasil mediasi memutuskan keluarga Sunarsih hanya memberikan waktu dua hari untuk membuka temboknya. Setelah itu akan kembali ditutup.
"Kami kemarin fokus agar Ibu Sutikah memiliki akses. Tetapi ini ternyata tak bisa terus. Tak mungkin tetap tinggal di situ. Sebab malah banyak mudhorotnya, sehingga harus pindah," katanya.
Namun Wiyoto menjelaskan pihak pemerintah akan coba membantu Sutikah. Karena kondisinya memprihatinkan. Sebab tak memiliki tempat tinggal lainnya.
"Kewajiban kami dan masyarakat untuk bagaimana bisa membantu mencarikan tempat bagi beliau. Rumah di sini akan dijual. Nanti akan dibelikan tanah di tempat lain. Sehingga memiliki tempat tinggal layak," jelasnya.
Barang-barang milik Sutikah sementara waktu ditaruh di kecamatan. Sementara untuk Sutikah akan tinggal sementara di rumah saudaranya yang berlokasi tak jauh dari kecamatan. (tos/mal) Editor : Abdul Rokhim