Acara rangkaian haul ke-64 KH. Raden Asnawi, dilaksanakan khataman Alquran yang dilaksanakan pada Kamis (27/1) malam di kompleks Makam Sunan Kudus. Dilanjut pembacaan tahlil yang juga dihadiri Gus Baha’ pada kemarin sore (28/1) di tempat yang sama.
Sedangakan pada tadi malam, digelar pengajian umum di Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin Bendan yang dihadiri Habib Jamal Ba’agil.
Gus Baha’ dalam ceramahnya saat tahlil umum kemarin, mengajak hadirin untuk meneladani sosok KH. Raden Asnawi. Salah satunya dalam hal menyebarkan kebaikan dan menjaga ibadah salat.
”Mari menjaga ilmu yang diwariskan oleh Mbah Asnawi. Salah satunya sregep ngaji," ajak Gus Baha’.
Di samping itu, cara pandang KH. Asnawi dapat dipelajari di dalam kitab karangan Syekh Nawawi Al Bantani.
Gus Baha juga mengingatkan, agar senantiasa men-dawam-kan (selalu membaca) salawat. Sebab, salawat mengandung kalimat tauhid dan kecintaan kepada Nabi Muhammad.
”Salawat dibaca satu kali ganjarannya besar. Semoga acara di sore hari ini (kemairn sore, Red) membawa keberkahan," tambahnya.
Koordinator Tahlil Umum Arinal Haq menyatakan, rangakaian kegiatan dilakukan pada Kamis (27/01) malam dengan 64 kataman Alquran yang bekerja sama dengan Madrasah Qudsiyyah Kudus. Sedangkan tahlih umum bekerja sama dengan Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Kudus.
Menurut Arinal, sosok KH. Raden Asnawi merupakan figur ulama yang disegani. Beliau merupakan ulama yang mengajarkan agama Islam di Menara Kudus dan sekitarnya. Sekaligus ahli ilmu fikih.
Dalam perjalanannya, KH. Raden Asnawi mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatuth Thalibin Bendan. Setelah itu, sosok ulama pendiri Nahdlatul Ulama ini, juga mendirikan sekolah Qudsiyyah Kudus.
”Beliau sosok ulama yang ketika berdakwah tidak memilih tempat. Samapai ke Muria pun, Mbah Asnawi mau menjalankan," ungkapnya.
Dia menambahkan, pada masa yang masih pandemi Covid-19 ini, rangkaian acara haul ke-64 KH. Asnawi, dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Panitia juga melengkapi scan aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk makam.
”Kami menyelenggarakan sesuai prokes Covid-19. Ada scan PeduliLindungi. Kami harapkan masyarakat menaati dan sadar dengan aturan yang berlaku," harapnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga KH. Asnawi KH. Abdul Mudjib Sholeh mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kelancaraan haul ke-64 tersebut. Semoga masyarakat yang hadir bisa meneladani sosok KH. Asnawi. ”Semoga yang hadir pada tahlil umum ini mendapatkan keberkahan," imbuhnya. (lin) Editor : Ali Mustofa