Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dinilai Tak Maksimal, Mesin Milik Perusda Percetakan Kudus Segera Dijual

Ali Mustofa • Sabtu, 22 Januari 2022 | 17:44 WIB
TAK MAKSIMAL: Perusda Percetakan Kudus akan menjual aset mesin yang dinilai tidak efektif dalam memproduksi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
TAK MAKSIMAL: Perusda Percetakan Kudus akan menjual aset mesin yang dinilai tidak efektif dalam memproduksi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS - Perusahaan Daerah (Perusda) Percetakan Kudus berencana menjual satu aset mesinnya. Pasalnya keberadaan mesin tersebut kurang efektif untuk produksi cetak.

Plt Direktur Perusda Percetakan Kudus Harus Rosyid menyatakan aset mesin yang akan dijual itu bermerak Hamada. Sebetulnya mesin tersebut mempunyai spesifikasi yang tinggi. Akan tetapi dalam sisi produksi tanggung.

Selain itu, mesin tersebut juga perawatannya tergolong sulit. Spare partnya jarang ditemukan di pasaran. “Kami punya tiga mesin, yang dua kecil namun bisa mencetak partai besar. Satunya (Yang akan dijual, Red) hanya bisa mencetak partai tanggung,” katanya.

Harun mengatakan, dalam satu tahun seringkali dilakukan perbaikan. Biaya perawatan mesin tersebut dikalkulasi per tahunnya mencapai Rp 25 juta.

Rencananya mesin tersebut akan dijual senilai Rp 400 juta. Di samping itu, pihak perusahaan akan melakukan sistem lelang untuk menjual mesin tersebut. “Jualnya bingung, karena lakunya sulit. Jadi bisa pakai sistem lelang,” terangnya.

Harun juga telah berkonsultasi dengan Bagian Perekonomian Setda Kudus untuk menjual mesin tersebut. Pihaknya telah mendapatkan lampu hijau untuk menjual aset mesin yang dirasa kurang maksimal itu.

Jika mesin itu laku, pihaknya akan mengganti dengan unit alat yang menunjang. Sekaligus bisa menjawab kebutuhan cetak saat ini. “Kami juga membutuhkan mesin pencetak kemasan. Tetapi kami mencoba meningkatkan omset pendapatan kami dahulu,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan penjualan aset itu bisa menunjang pendapatan pada 2022. Sebab Perusda Percetakan Kudus pada tahun ini pendapatannya ditargetkan sebesar Rp 140 juta. Sementara pada 2021 lalu, total laba yang dicapai sebesar Rp 100,1 juta dari target yang dibebankan Rp 130 juta.

Selain bergantung order pada organisasi perangkat daerah (OPD) pihaknya juga melayani percetakan dari swasta dengan total 20 persen. Upaya lain untuk meningkatkan order, Harun melaksanakan pendekatan dan promosi ke sejumlah OPD dan pihak swasta. (mal) Editor : Ali Mustofa
#dinilai tak maksimal #Kudus #perusda percetakan #spare part #omset pendapatan #Penjualan Aset