Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus pada pukul 10.00 kemarin, terlihat bus peziarah tujuan makam Sunan Kudus memasuki area parkir terminal. Ada sekitar 11 bus yang terparkir di sana. Ratusan peziarah dari luar Kudus seperti Bogor dan Indramayu mulai memadati area terminal. Mereka memasuki area pedagang di sekitar Terminal Wisata Bakalan Krapyak.
Darika, salah satu peziarah asal Indramayu mengatakan, dia berangkat dari kota asalnya sejak Minggu (2/1) lalu. Rombongan tersebut tiba di Kudus kemarin pagi. ”Rombongan dari Indramayu ada tiga bus. Berangkat sejak kemarin (Minggu, Red). Kalau libur kemarin (wisata di Kudus) ditutup kurang tahu, kebetulan sampai di sini sudah dibuka," katanya.
Koordinator Terminal Bakalan Krapyak Rossikan menyatakan, terminal baru dibuka kemarin pagi. Sebelumnya, ditutup pada Sabtu (1/1) dan Minggu (2/1). Hal ini untuk menekan tingkat kunjungan wisatawan dari luar Kudus.
”Kami diminta membuka terminal kemarin sore (Minggu, Red) pukul 17.30. Tapi tak ada bus masuk. Pagi ini (kemarin pagi, Red) alhamdulillah sudah ada bus yang parkir," katanya.
Dia menuturkan, selama ini lonjakan akan terjadi pada liburan sekolah, seperti akhir Desember lalu. Namun adanya penutupan, sehingga tak terjadi lonjakan jumlah pengunjung di terminal.
Menurunya, saat itu sudah ada belasan bus dan ratusan peziarah yang memadati Terminal Wisata Bakalan Krapyak. ”Saat liburan sekolah kemarin ada penutupan. Jadi, prediksi kenaikan pengunjung tidak ada. Peziarah menunda kunjungannya ke Kudus," jelasnya.
Rossikan berharap, pandemi Covid-19 cepat usai, sehingga peziarah dari luar Jawa maupun Kudus banyak berkunjung. Selain itu, pihaknya juga selalu mengingatkan para peziarah agar menaati protokol kesehatan. (lin) Editor : Ali Mustofa