Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dr Abdul Aziz Achyar menyatakan, pihaknya tengah melakukan antisipasi penanggulangan kasus Covid-19. Salah satu penganggaran pembuatan oksigen generator untuk pasien Covid-19.
Saat ini, kata dia, telah melaui proses pengadaan. Oksigen generator tersebut dianggarkan sekitar Rp 6 miliar melalui sumber anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
”Sudah proses ini pengadaan, melalui E-Katalog,” terangnya.
Penganggaran oksigen generator ini, bertujuan untuk menambah suplai oksigen kepada pasien Covid-19 yang dirawat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.
Aziz menambahkan, langkah ini sebagai antisipasi dan berkaca pada lonjakan kasus Covid-19 pada bulan Juni lalu. Saat terjadi lonjakan pasien Covid-19, RSUD dr Loemono Hadi Kudus sempat mengalami kelangkaan oksigen.
”Kami tidak bisa mengandalkan suplai oksigen dari satu vendor saja. Antisipasinya kami harus membangun oksigen generator,” terangnya.
Pihaknya berharap dengan dibangunnya oksigen generator tersebut, bisa mencukupi kebutuhan oksigen ketika terjadi lonjakan Covid-19 nantinya. Sehingga pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi bisa ter-cover fasilitas rumah sakit.
Selain itu, pihaknya jugaa menghidupkan sarana prasarana untuk merawat pasien isolasi kembali. Beberapa bulan terakhir, ruang isolasi dinonaktifkan lantaran landainya kasus Covid-19.
Saat lonjakan kasus pada bulan Juni 2021 lalu, RSUD Loekmono Hadi sendiri menyediakan hampir 200 tempat tidur isolasi untuk menampung pasien Covid-19.
Sementara itu, Bupati Kudus, Hartopo mengatakan alokasi penggunaan DBHCHT bisa dialokasikan untuk bidang kesehatan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206 Tahun 2020 presentase penggunaan DBHCHT untuk kesehatan sebesar 25 persen.
Hartopo menyebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran DBHCHT untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Dalam hal ini dikucurkan pembelian Transcortical Magnetic Stimulation (TMS) di RSUD Loekmonohadi dan PCR di DKK.
Pihaknya meminta, untuk menghadapi varian baru Covid-19 masyarakat tetap diminta menerapkan protokol kesehatan. Sebab penyebaran virus varian baru Omicron penularannya lebih cepat. Gejalanya pun hampir sama mirip Covid-19. Seperti, sesak napas, batuk, dan pusing. (gal/adv) Editor : Saiful Anwar