Kepala Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menyatakan bantuan fasilitas kemasan berbentuk kardus itu bantuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah. Anggarannya bersumber dari APBD provinsi.
Fasilitasi bantuan itu diberikan secara simbolis kepada 14 IKM Kudus di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) kemarin pagi. Masing-masing menerima 100 pcs kardus dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
”14 IKM itu dipilih ada kriterianya. Kami melihat yang benar-benar berkembang,” terangnya.
Selain itu kriteria lainnya berupa, pengemasanya yang terbilang bagus. Sekaligus perolehan omzet bagus pula.
Rini menambahkan, setelah pemberian kemasan itu pihaknya akan melakukan pendampingan. Hal itu untuk meningkatkan kualitas produksi dan penjualan IKM tersebut.
”Pendampingan ini berupa pengemasan dan penjualan. Sebab pengemasan yang apik akan mempengaruhi penjualan,” tambahnya.
Sementara itu Founder dan CEO Sirup Parijoto Alammu Triyanto mengaku terbantu dengan adanya bantuan fasilitas kemasan. Menurutnya, dengan adanya kardus yang apik bisa menarik konsumen untuk membeli produknya.
Selama ini, dirinya menggunakan kemasan kardus bekas. Sebab perputaran ekonomi belum berjalan lancar. Maka dari itu, Ribut sapaan akrabnya mengutamakan prioritas produksi dahulu.
”Untuk pengemasan sejauh ini kami menggunakan plastik. Ya beberapa sering menggunakan kardus tetapi kardusnya bekas,” terangnya.
Adapun 14 IKM yang menerima bantuan itu terdiri dari Cakra Dirgantara, NENASKU, Titik Jaya Mandiri, Berkah Food, Nana Bakery, dan Noku-Noku. Lalu ada kopi Ndaoleng, kopi Muraco, kopi Muria Zayna, kopi Nyampleng, kopi Ndeso Japan, Alammu, Madumongso Lie'q, dan kopi Tjolo. (zen) Editor : Ali Mustofa