KUDUS - Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Loekmono Hadi ma-launching layanan ortotik prostetik. Yakni layanan kesehatan untuk pembuatan dan pemasangan alat bantu pada pasien yang kehilangan anggota gerak tubuh. Seperti tangan dan kaki.
Dalam launching itu RSUD memberikan bantuan kaki palsu kepada dua orang korban yang terpaksa mengalami amputasi karena sakit dan kecelakaan. Satu warga Kudus dan satu lagi dari Blora.
Direktur RSUD Kudus dr Abdul Aziz Achyar mengungkapkan layanan seperti itu merupakan yang pertama di eks-Karesidenan Pati. Sehingga bisa dibilang sesuatu yang membanggakan. Inovasi layanan itu menurutnya tidak lepas keprihatinannya melihat kasus amputasi di Kabupaten Kudus dan sekitarnya yang terbilang tinggi.
“Oleh karena itulah RSUD kemudian berinovasi melayani pasien-pasien amputasi tersebut dengan meluncurkan layanan Ortotik Protestik,” jelasnya.
Selain kaki dan tangan palsu, RSUD juga melayani layanan pembuatan sepatu koreksi anak, hingga korset untuk leher maupun punggung.
”Layanan pembuatannya ditanggung BPJS Kesehatan, warga Kudus atau daerah lainnya silahkan bisa memanfaatkan,” terangnya.
Bupati Kudus HM Hartopo yang turut hadir dalam acara itu mengapresiasi atas inovasi layanan itu. Dia pun berharap agar layanan itu bisa membantu pasien-pasien yang cacat tubuhnya. Baik karena kecelakaan maupun sakit.
”Ini suatu bentuk kemajuan RSUD Loekmono Hadi sehingga sangat kami apresiasi. Sebab selama ini layanan tersebut hanya bisa diakses di salah satu rumah sakit di Kota Surakarta,” jelasnya.
Walau demikian, pihaknya meminta semua jajaran RSUD Kudus untuk tidak berpuas hati. Inovasi dan peningakatan pelayanan diharapkan bisa terus ditingkatkan seiring berjalannya waktu.
Suprapto, 57, satu di antaranya yang mendapatkan bantuan kaki palsu mengaku bersyukur karena bisa turut merasakan kaki buatan RSUD Loekmono Hadi Kudus. Dia pun memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan sehingga biaya yang dikeluarkan tidak ada sama sekali.
“Kaki saya mengalami kecelakaan kerja saat memberi makan ayam. Hingga akhirnya infeksi dan harus diamputasi. Namun saat ini saya ucapkan terima kasih karena sudah dibuatkan kaki palsu ini untuk terus menyambung hari,” terangnya.