Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim mengatakan, siswa yang ikut menimba ilmu jurnalistik di Jawa Pos Radar Kudus berjumlah 30 siswa dari organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan guru pembina serta tim kreatif berjumlah 10 orang.
“Kami mengajak penguru OSIS untuk mengembangkan buletin, tapi baru dua lembar bolak balik. Ya sudah berjalan satu tahun dan berencana akan membuat koran mini, sebulan sekali terbit,” ungkapnya.
Kegiatan kunjungan ke kantor Jawa Pos Radar Kudus diterima Redpel M. Ulin Nuha sekaligus memaparkan terkait dengan penulisan jurnalistik sampai topik pembahasan rukum Iman pembuatan berita.
“Di dalam rukun iman penulisan berita di antaranya ada aktual, dramatik, eksklusif, dan magnitude itu harus ada di dalam berita. Kalau adik-adik ingin mengangkat tema didalam pemberitaan semuanya itu harus masuk,” jelasnya.
Kemudian, diterangkan pula tentang foto jurnalistik sampai cara teknik wawancara. Selain itu, juga dipaparkan pemberitaan online oleh General Manager (GM) Jawa Pos Radar Kudus Digital Kholid Hazmi.
Salah satu siswa SMP 5 Kudus M. Rafa mengatakan, baru kali pertama berkunjung di kantor pembuatan berita Jawa Pos Radar Kudus dan proses pembuatan berita ternyata ada langkah-langkahnya dan butuh waktu juga.
“Tapi saya terkesan, cetaknya di Bawen dan sampai ke Kudus lagi pagi-pagi sekali. Dan wartawannya juga dapat informasi bisa luas dan selalu dapat, padahal tiap hari membuat berita. Menarik dibalik pembuatan koran, ada kerja sama yang baik,” ucapnya. (mal) Editor : Ali Mustofa