Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gabungan Dinas di Kudus Kompak Keruk Sampah di Bawah Jembatan

Ali Mustofa • Selasa, 2 November 2021 | 00:05 WIB
ANTISIPASI BANJIR: Aparat gabungan membersihkan sampah dan batang bambu yang menumpuk di bawah jembatan Jalan Raya Kudus-Pati tepatnya Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
ANTISIPASI BANJIR: Aparat gabungan membersihkan sampah dan batang bambu yang menumpuk di bawah jembatan Jalan Raya Kudus-Pati tepatnya Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS - Dinas gabungan membersihkan sampah yang menumpuk di bawah jembatan Ngembalrejo, Bae, Kudus, kemarin. Dinas yang terlibat Dinas PUPR, BPBD, Babinkamtibmas, Babinsa, Pemdes Ngembalrejo, hingga masyarakat setempat. Tujuannya membuat aliran air sungai lancar sehingga tak meluap ke pemukiman saat diterjang banjir.

Saat wartawan koran ini di lokasi sekitar pukul 08.30, sampah di bawah jembatan itu ketebalannya satu hingga dua meter. Selain secara manual menggunakan tangan, pembersihan juga menggunakan alat berat berupa crane. Crane itu ditempatkan di jembatan untuk mengangkat sampah-sampah yang berukuran kecil. Sementara sampah berukuran panjang dan besar diangkat warga dengan tangan.

Sampah-sampah yang terdiri dari dari plastik hingga kayu itu kemudian dikumpulkan. Dimuat pada truk untuk kemudian dibuang.

Kepala Dinas PUPR Arif Budi Siswanto menyebut pihaknya telah mengidentifikasi beberapa sungai dan jembatan yang menjadi tempat menumpuknya sampah. Seperti di wilayah Desa Golantepus hingga Ngembalrejo.

“Ini kami tindak lanjuti setelah hujan beberapa kali kemarin membawa tumpukan sampah. Sehingga harus segera ditangani. Sebab bila tidak akan makin numpuk dan berdampak serius jika hujan makin intens,” katanya.

Menurutnya memang ada beberapa faktor yang mengakibatkan sampah-sampah itu menumpuk. Selain faktor kesadaran masyarakat, juga konstruksi jembatan. Beberapa jembatan dibangun dengan pilar-pilar. Sehingga membuat sampah yang lewat tak lancar. Melainkan menumpuk.

“Untuk itu kami sudah sampaikan ke Balai Besar Jalan Nasional Jateng DIY agar ada perbaikan kontruksi jembatan. Kami harap ada konstruksi ulang. Agar kembali dibangun tanpa menyertakan pilar-pilar. Sehingga aliran air lancar,” imbuhnya.

Camat Bae Mintoro menambahkan dalam tinjauannya ke beberapa jembatan di wilayah Bae, ada beberapa titik jembatan yang mendapat perhatian serius. Di Ngembalrejo salah satunya. Sebab dengan menumpuknya sampah itu akan berdampak serius ke masyarakat.

“Jika menumpuk seperti itu akan membuat air sungai tak lancar mengalir. Sehingga saat hujan tiba, terutama saat deras pasti air meluap ke perkampungan. Jika di Jembatan Ngembalrejo akan berdampak ke wilayah Kauman," katanya.

Untuk itu pihaknya meminta agar masyarakat bisa lebih disiplin tidak membuang sampah di sungai. Terutama masyarakat yang tinggal di wilayah hulu sungai atau bagian atas. Begitupun masyarakat Kecamatan Bae.

Kepala Desa Ngembalrejo Muhammad Zakaria menambahkan jika menumpuknya sampah di jembatan itu sejak dua bulan belakangan. Sehingga lambat laun menebal.

“Ini di Jembatan Ngembalrejo dialiri Sungai Dawe. Kami tentu tak bisa menyalahkan masyarakat sekitar sini saja. Sebab sungai itu kan terintegrasi. Artinya soal sampah ini tanggungjawab semua masyarakat yang dilalui aliran sungai,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terus terjadi, menurutnya perlu ada penanganan yang komprehensif. Satu di antaranya bisa dengan penerapan perdes di masing-masing desa. Terkait pelarangan pembuangan sampah di sungai. Tentunya dengan penerapan sanksi yang tegas. (zen) Editor : Ali Mustofa
#Aliran Air #banjir #sungai #sampah #Kudus #permukiman