Kondisi ini berbeda dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Klaim JKN dari Januari-September tahun ini terbayarkan.
Seperti RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus sudah menerima klaim JKN. Direktur dokter Abdul Aziz Achyar mengatakan klaim Januari sampai September 2021 sebesar Rp 5 miliar sudah terbayarkan. Dibandingkan sebelum Covid-19 sekitar 2019 tunggakan JKN sampai enam bulan. Saat itu nilainya Rp 18 miliar.
”Ya sekarang klaim BPJS Kesehatan kepesertaan JKN langsung terbayar. Saat ini kami menunggu klaim Covid-19 sekitar Rp 60 miliar. Sumber langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” ungkapnya.
Ia mengatakan klaim JKN yang sudah dibayarkan bisa membantu operasional rumah sakit. Memang ada penurunan klaim JKN sekarang. Sehingga pembayarannya cepat. Tapi, sangat bermanfaat untuk RS klaim tersebut.
Pernyataan sama Direktur RS Mardi Rahayu dokter Pujianto mengatakan klaim JKN dari BPJS Kesehatan sekarang ini cepat. Tidak ada ketersendatan seperti dulu-dulu. Ia mengaku bisa membantu operasional rumah sakit.
”Saya lupa nominal klaim JKN, yang sekarang ini masih tersendat klaim pasien Covid-19. Mudah-mudahan bisa cair tahun ini,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Kudus dokter Agustian Ferdianto menjelaskan data klaim sampai Septemer 2021 sudah dibayarkan total mencapai Rp 251 miliar lebih.
”Kami berupaya untuk membayarkan tepat waktu. Sekarang ini pengurusan klaim bisa cepat karena RS juga pengajuannya tertib. Setelah 15 hari pengajuan dan diverifikasi bisa cair,” ungkapnya. (zen) Editor : Ali Mustofa