Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Selain Optimalisasi Relawan, BPBD Kudus Perlu Peremajaan Armada

Ali Mustofa • Sabtu, 30 Oktober 2021 | 17:45 WIB
SIAGA BENCANA: Bupati Kudus Hartopo bersama Forkopimda sidak alat kelengkapan yang biasa digunakan membantu evakuasi bencana di Alun-alun Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
SIAGA BENCANA: Bupati Kudus Hartopo bersama Forkopimda sidak alat kelengkapan yang biasa digunakan membantu evakuasi bencana di Alun-alun Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS - Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) Kudus saat ini perlu peremajaan armada. Selain itu Untuk menunjang kinerja dalam mengatasi permasalahan kebencanaan di Kudus. Selain armada, dibutuhkan pula optimalisasi peran relawan.

Secara umum, sarpras dan armada milik BPBD Kudus cukup lengkap. Yakni memiliki satu unit ambulans, dua mobil jenazah, dua mobil dobel kabin, satu mobil evakuasi, satu unit pemadam kebakaran, dua mobil tangki air, lima perahu, alat selam, dan 100 pelampung. Namun demikian, beberapa di antaranya sudah tua.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kudus Budi Waluyo. Menurutnya, untuk armada diakuinya mobil-mobil saat ini sudah tua. Sehingga perlu peremajaan atau pembaharuan. ”Mobilitas kami cukup tinggi dan medan berat. Jadi sampai-sampai kadang ada armada yang mogok di jalan. Untuk itu, perlu peremajaan,” jelasnya.

Namun demikian, Budi mengakui tahun ini hal tersebut urung dilakukan. Ini karena anggarannya terbatas. “Untuk kebencanaan di anggaran APBD murni, cuma Rp 1,5 miliar. Jadi untuk peremajaan armada mungkin kita ajukan di anggaran perubahan nanti,” ungkapnya.

Selain armada, persoalan kedua yang dihadapi pihak BPBD Kudus personel. Budi mengakui jika secara jumlah terbatas. Untuk itu, pihaknya sedang berupaya mengoptimalkan peran relawan.

Saat ini sedang diupayakan mengoptimalkan relawan di tiap-tiap kecamatan. Jumlahnya sekitar 100-an di tiap kecamatan. Mereka dibekali pelatihan sesuai potensi kebencanaan di masing-masing wilayah. ”Ujung tombak kami adalah relawan. Peran mereka sangat penting, untuk itu kita optimalkan dengan mengadakan pelatihan,” tandasnya.

Para relawan ini menurut Budi sudah terbentuk. Akan tetapi, kadang terkendala waktu. Beberapa di antara mereka sambil bekerja. Jadi terkadang saat ada peristiwa, mereka sedang kerja. Sehingga tidak bisa terlibat aktif.

Untuk itu, pihak BPBD akan terus menggiatkan terkait pembentukan dan keaktifan relawan. Sembari melakukan pelatihan keterampilan dan mitigasi bencana.

Beberapa yang telah dilakukan adalah di wilayah-wilayah yang berpotensi banjir. ”Di antaranya di Kaliwungu, Jati, Undaan, dan Mejobo. Kami ajak mereka untuk membersihkan sungai dari sampah,” lanjutnya. (zen) Editor : Ali Mustofa
#peremajaan armada #bpbd kudus #optimalisasi relawan #Kudus