KUDUS – Angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Undaan pada Kamis (21/10) sore lalu, diklaim yang terparah dalam tujuh tahun terakhir. Kejadian itu, berdampak pada rusaknya 180-an rumah di empat desa. Meliputi Desa Glagahwaru, Medini, Lambangan, dan Kalirejo. Bahkan ada satu rumah roboh.
Rumah yang roboh itu, milik Sukarman, 75, warga RT 3/RW 4, Desa Kalirejo. Dari pantauan wartawan koran ini kemarin, kondisi rumah itu luluh lantak. Bongkahan robohan rumah itu, sudah dibersihkan warga sekitar. Genting, atap, hingga kayu kerangka rumah dipinggiran di sekeliling bekas rumah. Jadi, rumah yang berbahan kayu dan bambu itu, tak bisa ditempati.
Sukarman mengaku, bersama istrinya harus tidur di rumah anaknya. Yang terletak persis di depan rumahnya. Waktu kejadian dia menyebut sedang berada di kandang kambing yang berada tepat di belakang rumah.
PEDULI: Mawar Hartopo memberikan bantuan secara simbolik kepada keluarga Sukarman yang rumahnya roboh tersapu puting beliung di Desa Kalirejo, Undaan, kemarin. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
Sementara istrinya, Uli sedang berteduh di rumah itu. ”Waktu angin itu tidak menyangka jika sampai merobohkan rumah. Karena biasanya tak seperti itu,” jelasnya.
Saat rumah roboh, istrinya yang berada di dalam rumah tertindih reruntuhan. Sukarman kaget dan langsung menolong. Warga sekitar pun yang mengetahui kejadian bergegas turut membantu.
”Beruntung istri saya tak apa-apa. Tetapi berhubung rumah tak bisa ditempati, kami tidur di rumah anak. Sembari berharap ada bantuan, agar (rumah) segera dibangun,” jelasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi Waluyo menyebut, dari empat desa yang diterjang puting beliung itu, Desa Kalirejo dan Glagahwaru menjadi yang terparah. Di Kalirejo ada 90-an rumah mengalami kerusakan. Sedangkan di Desa Glagahwaru ada 80-an rumah.
”Jumlah ini berkembang. Tadi malam (kemarin malam, Red) data kami ada 106 rumah roboh. Namun setelah kami telusuri bertambah. Terutama yang di Desa Kalirejo. Terparah ada satu rumah roboh,” jelasnya.
Menyikapi kondisi itu, pihaknya bersama relawan, PMI, TNI, dan Polri terjun ke lapangan. Pasca kejadian pada Kamis (21/10) sore itu. Mereka membantu warga memperbaiki rumah. Seperti membenarkan genting dan memperbaiki atap yang rusak. ”Itu dari kemarin (Kamis, Red). Berlanjut pada hari ini (kemarin, Red). Juga sampai selesai. Agar rumah-rumah warga bisa ditempati lagi,” katanya.
Budi menjelaskan, Kecamatan Undaan memang langganan terjadi puting beliung tiap tahun. Sebab, di situ jalur yang dilalui angin ribut itu. Tetapi, kejadian kali ini yang terparah sejak tujuh tahun belakangan.
Dia menambahkan, total kerugian dari keseluruhan kerusakan pada rumah-rumah itu, diperkirakan sampai Rp 200 juta.
Sementara itu Istri Bupati Kudus Mawar Hartopo menengok rumah roboh itu kemarin siang. Dia memberikan dorongan psikologis kepada keluarga Sukarman. Istri bupati yang berpakaian serba hitam panjang itu, menghampiri Sukarman dan Uli yang kehilangan tempat tinggalnya. Sembari memberikan bantuan logistik. (lin)