Peserta KKN-IK bahu-membahu bersama pemerintah desa dan masyarakat bersih-bersih di lingkungan desa masing-masing. Salah satunya di Desa Nganguk, dan Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus. Selain membersihkan sampah di aliran sungai, juga membuat mural di sepanjang gang masuk desa. Itu sebagai puncak kegiatan resik-resik kampung.
Peserta KKN-IK IAIN Kudus di Kecamatan Juwana, Pati, bekerja sama dengan Muspika Kecamatan Juwana, Jajaran Syahbandar Juwana, pemerintah desa, dan karang taruna menggelar aksi bersih-bersih di Pulau Seprapat.
Ketua LPPM IAIN Kudus Mohammad Dzofir menjelaskan, kegiatan resik-resik kampung ini wujud kongkret dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Juga selaras dengan visi IAIN Kudus yang mengusung Islam terapan. ”Kegiatan ini bertujuan mewujudkan lingkungan bersih sekaligus mengedukasi masyarakat tentang budaya hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Budaya bersih bagian dari ajaran Islam. Bukan hanya sebatas norma. Tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Leader WCD Jawa Tengah M. Rois Rizal Nugroho mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan LPPM dan peserta KKN IAIN Kudus ini. Menurutnya kegiatan dalam rangka WCD ini, langkah konkret mengedukasi dan menyadarkan masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan.
”Indonesia itu negara penghasil sampah plastik terbesar nomer 2 di dunia setelah Tiongkok. Nah, kegiatan ini bisa menjadi bukti kita juga berusaha mengurangi sampah, khususnya sampah plastic. Karena peran aktif masyarakat sangatlah penting mendukung pemerintah,” tegasnya.
Leader WCD Kudus Purnawirawan menyampaikan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan LPPM IAIN Kudus untuk menjalin kerja sama yang lebih intensif terkait kepedulian terhadap sampah. ”Kami berharap, dengan kerja sama yang terjalin, ke depan kegiatan semacam ini berlangsung berkesinambungan dan menjangkau segmen masyarakat yang lebih,” harapnya. (zen) Editor : Ali Mustofa