Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada menjelaskan, seleksi sudah dilakukan. Pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) dan Unnes.
“Pekan lalu saya ke Solo, mengikuti rapat seleksi kepsek dan pengawas. Hasilnya, menunggu 1,5 bulan. Mudah-mudahan bisa lolos semuanya dan lanjut mengikuti diklat,” ucapnya.
Dia mengaku, kepala SD saat ini mengalami kekosongan sekitar 100-an sekolah. Jadi sekolah tersebut saat ini dijabat pelaksana harian (Plh). Menurutnya, guru-guru banyak yang potensial ikut seleksi kepsek. “Sayang banyak yang kurang berminat menjadi kepsek. Sebab, tanggung jawab dan tugas sekarang ini berat. Apalagi siswa SD mengalami penurunan,” katanya.
Harjuna mengatakan, untuk SMP sudah terpenuhi semua termasuk pengawas yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu. Sedangkan, lingkungan SD pengawas masih kekurangan 10 orang.
Harjuna mengaku, kesulitan mencari calon kepsek. Bukan tidak ada potensial, tapi kurangnya peminat. Ditambah, proses seleksi yang membutuhkan beberapa tahapan, misalnya usul 30, belum tentu lolos semua, sehingga sampai sekarang belum bisa terpenuhi secara maksimal. (mal) Editor : Ali Mustofa