Suharno, 52, warga Desa Jati Kulon mengaku tahun ini hingga menjelang h-7 hari raya Idul Adha tak ada pesanan dari luar daerah. Padahal tahun lalu meski pandemi, masih ada pesanan luar daerah.
“Biasanya saya berkirim ke Bogor. Bahkan sampai mengantar dua ret. Satu retnya 25 ekor. Jadi kemarin masih bisa antar sekitar 50 ekor,” imbuhnya.
Suharno menyebut itu karena langganannya di Bogor tak bisa melapak akibat terkena dampak penerapan PPKM darurat.
“Sehingga kini bisanya ya beli di kampung dan dijual di pasar sini. Tidak banyak. Kadang bawa tiga hingga lima saja. Kalau laku, baru beli lagi,” terangnya.
Selain terkendala pengiriman luar daerah, dia menyebut permintaan hewan kurban untuk area Kudus juga lesu. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Sunardi menyebut memang ada perbedaan pesanan dan harga. Untuk pesanan memang menurun. Sedangkan harga mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa. Antara satu sampai lima juta.
Pihaknya juga sempat menerapkan kebijakan pelarangan bagi pedagang dari luar daerah. Yakni selama dua pasaran. Tujuannya membatasi jumlah pedagang. Dalam rangka menekan penularan Covid-19.
“Kami terapkan itu sebagai pengetatan. Agar jumlah pedagang tak membludak. Sehingga sempat dikhususkan untuk pedagang lokal,” imbuhnya.
Dia menambahkan menjelang hari raya Idul Adha, kini pihaknya fokus melakukan pengecekan kesehatan. Mulai di pasar hingga ke peternak. Termasuk nanti saat penyembelihan hewan.
“Meski terkesan sehat, terkadang jeroannya ada yang terdapat cacing. Sehingga tim kami mobile terus,” jelasnya. (tos) Editor : Ali Mustofa