Remaja tersebut Aisya, mengungkapkan, informasi vaksin dari ibunya yang bertugas di lingkungan desa dan usia 15 tahun sudah bisa divaksin. Ia tidak merasa takut atau ragu, demi menjaga kekebalan tubuhnya.
”Setelah vaksin yang saya rasakan tidak ada, biasa saja. Saya saat ini baru masuk kelas X SMA. Ya menurut saya, kalau sudah layak dan diperbolehkan ikut vaksin, ya ikut saja. Jangan pernah takut, karena anjuran pemerintah sekarang usia 12 tahun keatas sudah bisa vaksin,” ungkapnya.
Ia juga melalui tahap tes kesehatan lebih dulu, yakni ukur tekanan darah dan ditanya tenaga kesehatannya ada keluhan atau tidak. Aisya mengatakan suntik bukan pengalaman yang pertama, pernah waktu SMP imunisasi lanjutan dan ia memang tidak takut dengan jarum suntik.
Sementara itu, kepala Desa Demaan Muslihin mengatakan, vaksinasi yang digelar Balai Desa bekerja sama dengan Puskesmas Wergu Wetan sasarannya memang remaja keatas. Tidak menutup kemungkinan lansia masih ada meski sebelumnya sudah.
”Sasaran warga Desa Demaan 160 yang divaksin disesuaikan dengan jumlah vaksin dari Puskesmas. Antusias masyarakat bagus, sampai jatah kuota habis sampai menolak warga yang ingin ikut vaksin,” terangnya.
Ia menambahkan, bagi yang belum bisa vaksin di Balai Desa Demaan bisa di klinik Pratama Polsek Kota kemarin (7/6). Pihaknya, menyakinkan warganya melalui RT untuk woro-woro dan selalu memberi edukasi tentang vaksin dan tidak mempercayai berita-berita yang tidak benar.
Muslihin menambahkan, total sasaran vaksin yang belum 500an dan didominasi usia remaja. Menurutnya, kesadaran akan vaksin cukup bagus, yang mau dan tidak lebih banyak yang mau divaksin. Editor : Ali Mustofa