Mata Terpejam Sepersekian Detik saat Berkendara, Kenali Bahaya Microsleep

Azka Ilham Najan • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:41 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADAR KUDUS – Rasa kantuk saat berkendara sering dianggap hal biasa, terutama ketika menempuh perjalanan jauh atau setelah beraktivitas seharian.

Padahal, kantuk yang tidak terkendali dapat memicu microsleep, yaitu kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa menyadarinya.

Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, microsleep dapat berlangsung dari sepersekian detik hingga puluhan detik.

Dalam kondisi ini, seseorang dapat kehilangan perhatian terhadap lingkungan sekitar sehingga tidak mampu merespons situasi dengan baik. 

Kondisi tersebut berbahaya ketika dialami pengendara sepeda motor maupun mobil.

Saat mata terpejam atau perhatian terputus sesaat, pengendara bisa terlambat mengerem, tidak menyadari kendaraan di depan, atau kehilangan kendali.

Risiko semakin besar ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Apa Penyebab Microsleep saat Berkendara?

Microsleep sering berkaitan dengan kurang tidur dan kelelahan.

Namun, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko, seperti gangguan tidur, bekerja dengan sistem sif malam, efek samping obat tertentu, serta perjalanan panjang yang monoton.

Jalan yang lurus dan suasana perjalanan yang minim perubahan dapat membuat pengendara lebih mudah mengantuk, terutama ketika tubuh sudah lelah.

Karena itu, perjalanan jauh perlu disertai persiapan kondisi fisik dan waktu istirahat yang cukup.

Kenali Tanda-Tanda Microsleep Sebelum Terlambat

Sebelum mengalami microsleep, seseorang bisa menunjukkan tanda-tanda kantuk yang perlu diwaspadai. Beberapa di antaranya meliputi:

Tanda-tanda tersebut merupakan peringatan bahwa kemampuan untuk berkendara dengan aman mungkin sudah menurun.

Pengendara tidak perlu menunggu sampai benar-benar mengalami microsleep untuk berhenti dan beristirahat.

Apa yang Harus Dilakukan saat Mengantuk di Jalan?

Jika mulai merasa mengantuk ketika berkendara, langkah paling aman adalah menghentikan perjalanan di tempat yang aman.

Jangan memaksakan diri untuk terus melaju hanya karena tujuan sudah dekat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko microsleep:

Membuka jendela, memperkeras musik, atau mengobrol bukan cara yang dapat diandalkan untuk mengatasi kantuk berat.

Kopi juga hanya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara dan tidak menggantikan kebutuhan tidur.

Microsleep bukan hanya membahayakan pengendara, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Karena itu, mengenali tanda-tanda kantuk dan berani berhenti untuk beristirahat merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara.

Perjalanan yang aman bukan sekadar tentang tiba lebih cepat, melainkan memastikan pengendara tetap mampu berkonsentrasi dan mengendalikan kendaraan sepanjang perjalanan.

Editor : Ali Mustofa
microsleep saat berkendara bahaya microsleep tanda microsleep penyebab microsleep tips aman berkendara