Bahaya Mencet Bisul Sendiri: Risiko Infeksi Sistemik hingga Sepsis yang Mengancam Jiwa

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:37 WIB
Bahaya Mencet Bisul Sendiri: Risiko Infeksi Sistemik hingga Sepsis yang Mengancam Jiwa
Bahaya Mencet Bisul Sendiri: Risiko Infeksi Sistemik hingga Sepsis yang Mengancam Jiwa
 

RADAR KUDUS - Benjolan kemerahan yang berisi nanah atau yang populer dikenal sebagai bisul (furunkel) sering kali menimbulkan rasa nyeri dan gatal yang memicu keinginan seseorang untuk segera memencetnya.
 
Namun, tindakan memencet bisul secara mandiri menggunakan jari maupun menusuknya dengan jarum justru menyimpan risiko kesehatan yang sangat mematikan.

Memahami mekanisme biologis terjadinya bisul serta dampaknya terhadap tubuh menjadi kunci utama pentingnya penanganan medis yang tepat.
 
Baca Juga: Jepang Resmi Akhiri Misi Bantuan Karhutla, BNPB: Indonesia Mampu Lanjutkan Penanganan Secara Mandiri

Bagaimana Bisul Terbentuk? Perang antara Sel Imun dan Bakteri

Kulit manusia secara alami dihuni oleh berbagai mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus.
 
Masalah timbul ketika terdapat luka kecil atau celah mikroskopis pada kulit, yang menjadi pintu masuk bagi bakteri untuk menyusup ke lapisan kulit yang lebih dalam, khususnya di area folikel rambut.

Saat bakteri berkembang biak dan merusak jaringan sekitarnya, sistem kekebalan tubuh memberikan respons darurat:

  1. Pelebaran Pembuluh Darah: Otak memicu pembuluh darah di sekitar area infeksi untuk membesar guna mempermudah pengiriman sel darah putih (sel imun).
  2. Pertempuran Sel Imun: Sel darah putih bertarung melawan bakteri penyerang. Pertempuran ini menghasilkan tumpukan sel-sel mati, sisa jaringan kulit, dan kuman yang akhirnya membentuk nanah.
  3. Tekanan dan Nyeri: Penumpukan nanah di bawah kulit menciptakan tekanan tinggi pada jaringan sensitif serta ujung-ujung saraf, yang menyebabkan benjolan menjadi membengkak, memerah, dan terasa sangat nyeri saat tersentuh.

Mengapa Memencet Bisul Sangat Berbahaya?

1. Bakteri Kedorong ke Dalam dan Risiko Sepsis

Saat bisul dipencet secara paksa menggunakan jari, tekanan eksternal tersebut berisiko membuat dinding kantung bisul pecah di dalam.
 
Akibatnya, bakteri bukannya keluar, melainkan kedorong masuk lebih dalam ke jaringan kulit atau bahkan menembus pembuluh darah.

Jika bakteri berhasil masuk ke aliran darah (bakteremia), tubuh dapat mengalami reaksi peradangan ekstrem yang disebut sepsis.
 
Pada kondisi sepsis, sistem imun merespons secara berlebihan hingga menyerang organ-organ tubuhnya sendiri.
 
Sepsis ditandai dengan gejala demam tinggi, detak jantung dan napas cepat, kebingungan, hingga syok septik yang dapat berujung pada kematian.

2. Bahaya Menusuk Bisul dengan Jarum

Menusuk bisul menggunakan jarum juga merupakan tindakan yang salah dan tidak efektif. Struktur dalam bisul yang telah matang umumnya memiliki ruang berongga-rongga (septa).
 
Lubang kecil bekas tusukan jarum akan menutup kembali dengan cepat sebelum seluruh nanah terevakuasi sepenuhnya. Hal ini justru memicu kekambuhan infeksi dan membawa risiko kontaminasi kuman baru dari jarum yang tidak steril.

Penanganan Medis yang Tepat untuk Bisul

Secara alami, bisul yang telah matang akan pecah dan mengeluarkan nanah dengan sendirinya setelah tekanan internalnya mencapai titik puncak.
 
Namun, jika bisul berukuran besar, bertahan lama, dan menimbulkan nyeri hebat, penanganan harus dilakukan oleh tenaga medis ahli.

Prosedur medis yang aman melibatkan tindakan insisi dan drainase:

  • Pengirisan Steril: Dokter membuat irisan kecil yang presisi pada bisul menggunakan peralatan medis steril.
  • Drainase Nanah: Nanah dikeluarkan secara menyeluruh dari rongga-rongga kulit.
  • Pemasangan Kain Kasa (Packing): Luka dibalut dengan kasa khusus untuk mencegah penutupan luka secara prematur, sehingga sisa-sisa nanah dapat terus mengalir keluar hingga bersih sempurna.

Mitos Duduk di Atas Bantal dan Bisulan

Mitos populer di masyarakat yang menyebutkan bahwa "duduk di atas bantal bisa menyebabkan bisulan" sebenarnya tidak terbukti secara medis.
 
Bisul murni disebabkan oleh infeksi bakteri pada folikel rambut yang terpicu oleh kebersihan kulit yang kurang terjaga, gesekan berlebih, atau adanya luka pada permukaan kulit.
 
Baca Juga: Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 20

Kesimpulan

Menahan diri untuk tidak memencet bisul secara sembarangan merupakan langkah krusial dalam mencegah penyebaran infeksi kulit.
 
Jika mengalami bisul yang membengkak parah disertai gejala sistemik seperti demam, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang aman. (*)
Editor : Ali Mustofa
bahaya memencet bisul sendiri penyebab bisul dan nanah risiko sepsis akibat infeksi bakteri cara penanganan bisul medis insisi dan drainase bisul