Bukan Cuma Kafein, Ini Makanan dan Minuman yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

PBSI UMK • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:53 WIB
Ilustrasi makanan dan minuman yang dikonsumsi menjelang tidur dapat mengganggu kualitas istirahat.
Ilustrasi makanan dan minuman yang dikonsumsi menjelang tidur dapat mengganggu kualitas istirahat.

KUDUS – Sulit tidur pada malam hari tidak selalu disebabkan oleh stres atau terlalu lama bermain ponsel.

Apa yang dikonsumsi beberapa jam sebelum tidur juga dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas istirahat.

Sejumlah makanan dan minuman tertentu dapat membuat tubuh lebih sulit rileks, memicu gangguan pencernaan, atau meningkatkan rasa ingin terjaga.

Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih sulit terlelap atau mudah terbangun.

Baca Juga: Inilah Beberapa Tips Mengatasi Insomnia Secara Alami

Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya diperhatikan menjelang waktu tidur.

1. Kopi dan Teh Berkafein

Kopi menjadi salah satu minuman yang paling dikenal dapat membuat seseorang tetap terjaga.

Kandungan kafeinnya bekerja sebagai stimulan yang meningkatkan kewaspadaan.

Tidak hanya kopi, beberapa jenis teh juga mengandung kafein.

Efeknya dapat bertahan selama beberapa jam sehingga konsumsi terlalu sore atau malam hari berpotensi mengganggu waktu tidur.

2. Minuman Bersoda dan Minuman Energi

Minuman bersoda dan minuman energi juga perlu diperhatikan, terutama yang mengandung kafein cukup tinggi.

Selain kafein, sebagian produk memiliki kandungan gula yang cukup banyak.

Kombinasi tersebut dapat membuat tubuh lebih sulit memasuki kondisi rileks ketika waktu tidur tiba.

3. Cokelat, Termasuk Dark Chocolate

Cokelat memang sering menjadi pilihan camilan malam.

Namun, cokelat mengandung kafein dan senyawa stimulan lain dalam jumlah tertentu.

Karena itu, mengonsumsi cokelat dalam jumlah banyak menjelang tidur pada sebagian orang dapat membuat tubuh terasa lebih terjaga.

4. Alkohol

Alkohol terkadang membuat seseorang merasa mengantuk setelah dikonsumsi.

Namun, efek tersebut tidak selalu berarti tidur menjadi lebih berkualitas.

Konsumsi alkohol dapat mengganggu pola tidur dan membuat seseorang lebih mudah terbangun pada malam hari.

Karena itu, rasa kantuk setelah mengonsumsi alkohol tidak dapat dijadikan tanda bahwa tidur akan lebih nyenyak.

5. Minuman Asam atau Jus Buah Sitrus

Jus jeruk dan minuman bercita rasa asam dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang, terutama mereka yang mudah mengalami refluks asam lambung.

Ketika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dan tubuh berada dalam posisi berbaring, keluhan seperti rasa panas di dada atau tidak nyaman pada ulu hati dapat lebih terasa.

6. Terlalu Banyak Minum Air Sebelum Tidur

Air putih tetap penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Namun, minum dalam jumlah sangat banyak menjelang tidur dapat membuat seseorang lebih sering terbangun untuk buang air kecil.

Akibatnya, waktu tidur menjadi terputus dan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.

7. Makanan Pedas

Bagi sebagian orang, makanan pedas pada malam hari dapat menyebabkan mulas atau gangguan pencernaan.

Sensasi panas dan rasa tidak nyaman tersebut tentu dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat.

Terlebih jika makanan pedas dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur.

8. Makanan Berlemak dan Gorengan

Gorengan, makanan cepat saji, serta makanan dengan kandungan lemak tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Jika dikonsumsi menjelang tidur, proses pencernaan yang masih berlangsung dapat menimbulkan rasa penuh atau tidak nyaman pada perut.

Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan saat berbaring.

9. Makanan Manis dan Karbohidrat Olahan

Kue, donat, permen, dan makanan manis lainnya dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Setelah itu, kadar gula darah dapat kembali turun.

Perubahan tersebut pada sebagian orang dapat membuat tubuh terasa kurang nyaman dan berpotensi mengganggu tidur, terutama jika makanan manis dikonsumsi dalam jumlah berlebihan pada malam hari.

10. Makanan yang Memicu Gas

Beberapa makanan seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan kacang-kacangan dapat menghasilkan gas selama proses pencernaan.

Pada orang yang sensitif, kondisi tersebut dapat menyebabkan perut kembung atau begah.

Rasa tidak nyaman ini tentu bisa membuat seseorang lebih sulit mendapatkan tidur yang tenang.

Bukan Berarti Harus Dihindari Sepenuhnya

Berbagai makanan dan minuman tersebut sebenarnya tidak otomatis menyebabkan insomnia pada setiap orang.

Respons tubuh setiap orang berbeda, sehingga waktu konsumsi, jumlah makanan, dan kondisi kesehatan juga perlu diperhatikan.

Jika sering mengalami kesulitan tidur, salah satu langkah sederhana yang dapat dicoba adalah mengatur waktu makan dan minum.

Hindari konsumsi kafein terlalu sore, batasi makanan berat menjelang tidur, serta beri jeda antara waktu makan dan waktu berbaring.

Selain memperhatikan makanan, kebiasaan sebelum tidur juga tidak kalah penting.

Baca Juga: Gen Z Sering Susah Tidur? Ini 5 Penyebab Insomnia yang Perlu Diketahui

Mengurangi penggunaan gawai, menjaga suasana kamar tetap nyaman, serta mempertahankan jadwal tidur yang teratur dapat membantu membangun pola istirahat yang lebih baik.

Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

( Dyah Ayu Setyo Astuti )

Editor : Ali Mustofa
Makanan Minuman Sehat Stop Begadang No Kafein insomnia