Gen Z Sering Susah Tidur? Ini 5 Penyebab Insomnia yang Perlu Diketahui

PBSI UMK • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Penggunaan gawai hingga larut malam menjadi salah satu kebiasaan yang dapat mengganggu waktu tidur.
Penggunaan gawai hingga larut malam menjadi salah satu kebiasaan yang dapat mengganggu waktu tidur.

RADAR KUDUS – Kebiasaan tidur larut malam semakin sering terjadi di kalangan Generasi Z.

Padatnya aktivitas sehari-hari hingga kebiasaan menghabiskan waktu dengan ponsel membuat sebagian anak muda memilih tetap terjaga meski tubuh sudah membutuhkan istirahat.

Jika berlangsung terus-menerus, pola tidur yang tidak teratur dapat membuat seseorang kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan dan kondisi yang terjadi sebelum tidur.

Berikut beberapa hal yang dapat membuat Gen Z lebih mudah mengalami kesulitan tidur.

1. Terlalu Asyik Berselancar di Media Sosial

Media sosial menjadi salah satu aktivitas yang sulit ditinggalkan sebelum tidur.

Kebiasaan membuka TikTok, Instagram, atau platform lainnya pada malam hari sering kali membuat waktu tidur tanpa disadari semakin mundur.

Konten yang terus berganti juga membuat seseorang terdorong untuk tetap melihat layar.

Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru dihabiskan dengan bermain ponsel.

2. Terlalu Lama Terpapar Layar Gawai

Bukan hanya soal durasi penggunaan, cahaya dari layar ponsel juga dapat memengaruhi tubuh menjelang waktu tidur.

Paparan cahaya dari gawai dapat mengganggu proses alami tubuh dalam mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Kondisi tersebut membuat rasa kantuk tidak kunjung muncul meskipun seseorang sudah berada di tempat tidur.

3. Banyak Pikiran Menjelang Tidur

Berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari juga bisa membuat seseorang sulit tidur.

Tuntutan pendidikan, pekerjaan, kondisi keuangan hingga hubungan sosial dapat memicu stres dan rasa cemas.

Di sisi lain, keinginan untuk selalu mengetahui apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar atau media sosial juga dapat membuat pikiran tetap aktif pada malam hari.

4. Ponsel Selalu Menemani di Tempat Tidur

Bagi sebagian Gen Z, tempat tidur bukan hanya digunakan untuk beristirahat.

Menonton video, bermain media sosial hingga membalas pesan sering dilakukan sambil berbaring.

Kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh terbiasa melakukan aktivitas di tempat tidur.

Akibatnya, ketika waktu tidur tiba, tubuh belum tentu langsung menganggap tempat tersebut sebagai tanda untuk beristirahat.

5. Kurang Bergerak dan Pola Hidup Tidak Teratur

Rutinitas harian yang kurang aktif juga dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur.

Jarang berolahraga, pola makan yang tidak teratur serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat membuat tubuh lebih sulit rileks pada malam hari.

Untuk membantu menjaga kualitas tidur, Gen Z dapat mulai membiasakan rutinitas yang lebih teratur.

Mengurangi penggunaan gawai menjelang tidur, membatasi kafein pada sore atau malam hari, serta tetap aktif sepanjang hari dapat menjadi langkah sederhana yang bisa dicoba.

Jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya tidak diabaikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan. (Dyah Ayu Setyo Astuti )

Editor : Ali Mustofa
begadang Gen Z Gen Z dan media sosial insomnia