RADAR KUDUS - Jus delima disebut sebagai salah satu pilihan minuman pagi yang dapat mendukung upaya menjaga kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Kandungan polifenol di dalam buah delima menjadi salah satu alasan minuman ini mendapat perhatian dari ahli gizi.
Dikutip dari EatingWell, Senin (5/10/2026), sekitar 40 persen orang dengan kadar kolesterol LDL tinggi tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi tersebut. Padahal, kadar LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jantung.
Menjaga kadar kolesterol tidak hanya bisa dilakukan dengan memperhatikan makanan seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji rami. Minuman yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Tiga ahli gizi yang diwawancarai EatingWell memasukkan jus delima sebagai salah satu minuman yang dapat dipertimbangkan pada pagi hari.
Ahli gizi Karman Meyer, RDN, menjelaskan bahwa delima kaya akan polifenol. Senyawa tersebut merupakan antioksidan yang dapat membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan akibat proses oksidasi.
Oksidasi LDL menjadi salah satu proses yang berkaitan dengan pembentukan plak pada pembuluh darah. Karena itu, asupan makanan dan minuman yang kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan jantung.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi delima dengan perubahan positif pada profil lemak darah. Sebuah tinjauan ilmiah menemukan adanya hubungan antara konsumsi delima dengan penurunan trigliserida dan LDL serta peningkatan HDL atau kolesterol baik.
Dalam sebuah studi berskala kecil yang melibatkan orang dewasa paruh baya dengan berat badan berlebih dan dislipidemia, konsumsi sekitar satu cangkir jus delima setiap hari selama dua pekan dikaitkan dengan penurunan kadar LDL.
Selain berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol, penelitian juga menunjukkan delima dapat memberikan manfaat terhadap tekanan darah.
Meski demikian, Meyer mengingatkan bahwa jus delima tidak dapat menggantikan obat yang diresepkan untuk menangani kolesterol tinggi.
Agar manfaatnya lebih optimal, ia menyarankan memilih jus delima murni 100 persen tanpa tambahan gula. Konsumsinya juga sebaiknya dibatasi sekitar setengah hingga satu cangkir per hari.
Jus delima juga dapat dikombinasikan dengan bahan makanan lain dalam smoothie. Misalnya, mencampurkannya dengan buah, bayam, dan biji flaxseed yang dapat menambah asupan serat.
Selain delima, ada sejumlah pilihan minuman lain yang turut direkomendasikan ahli gizi untuk mendukung pola makan sehat bagi jantung.
Ali McGowan, M.S., RD, misalnya, merekomendasikan smoothie berbahan susu oat tanpa pemanis, buah beri, dan biji chia. Biji chia merupakan salah satu sumber serat larut yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu menjaga kadar kolesterol.
Sementara itu, ahli gizi Amy Woodman, RD, menyarankan jus tomat karena mengandung likopen. Antioksidan tersebut dikaitkan dengan perbaikan kadar kolesterol, terutama HDL.
Jika memilih jus tomat, sebaiknya pilih produk dengan kandungan natrium rendah atau tanpa tambahan natrium. Langkah ini penting agar asupan garam tetap terkontrol dan kesehatan tekanan darah turut terjaga.
Bagi yang lebih menyukai minuman hangat, teh hijau juga dapat menjadi pilihan. McGowan menyebut sejumlah penelitian klinis menemukan konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol total dan LDL dalam tingkat moderat.
Meski beberapa minuman tersebut memiliki kandungan yang berpotensi mendukung kesehatan jantung, para ahli menekankan bahwa pengendalian kolesterol tidak bergantung pada satu jenis makanan atau minuman saja.
Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup sehat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau sedang menjalani pengobatan, konsumsi makanan dan minuman tertentu sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Editor : Mahendra Aditya