NGANTUK pada siang hari sering dianggap sebagai hal biasa. Apalagi jika seseorang tidur larut malam atau sedang kelelahan. Namun, rasa kantuk yang muncul terus-menerus meski sudah tidur cukup bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.
Ada berbagai penyebab seseorang mudah mengantuk. Yang paling umum adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Tidur yang terlalu singkat, sering terbangun, atau jadwal tidur yang tidak teratur dapat membuat tubuh tetap merasa lelah pada siang hari.
Selain kurang tidur, pola hidup juga dapat berpengaruh. Kurangnya aktivitas fisik, terlalu lama duduk, makan terlalu banyak terutama makanan tinggi karbohidrat sederhana, serta konsumsi alkohol dapat membuat tubuh lebih mudah mengantuk.
Baca Juga: Layanan Kesehatan Mental Ditanggung BPJS? Ini Syarat dan Alurnya
Konsumsi kafein juga perlu diperhatikan. Kopi memang dapat meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, tetapi mengonsumsi kopi terlalu sore atau malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, seseorang justru lebih mudah mengantuk pada keesokan harinya.
Rasa kantuk berlebihan juga dapat berkaitan dengan gangguan tidur. Salah satunya adalah sleep apnea, yaitu kondisi ketika pernapasan berhenti dan berulang kali terganggu saat tidur. Kondisi ini dapat membuat seseorang tidur dalam waktu cukup lama tetapi tetap merasa tidak segar ketika bangun.
Beberapa kondisi kesehatan dan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan kantuk. Karena itu, apabila rasa kantuk muncul terus-menerus dan mengganggu aktivitas, penyebabnya sebaiknya dicari terlebih dahulu.
Tidak Selalu Perlu Obat
Pada dasarnya, ngantuk bukan penyakit yang otomatis harus diobati dengan obat. Penanganannya bergantung pada penyebabnya.
Jika penyebabnya kurang tidur, langkah pertama adalah memperbaiki waktu dan kualitas tidur. Usahakan tidur dan bangun pada jam yang relatif sama setiap hari, kurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, serta buat kamar tidur nyaman dan tenang.
Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Jepara, Layanan Kesehatan RSUD RA Kartini Makin Lengkap
Jika kantuk berkaitan dengan kebiasaan hidup, olahraga secara teratur dan mengatur pola makan dapat membantu meningkatkan kebugaran serta kualitas tidur.
Sementara itu, jika terdapat dugaan gangguan tidur atau penyakit tertentu, pengobatan harus diarahkan pada penyebabnya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan terapi atau obat tertentu.
Jangan sembarangan mengonsumsi obat pelawan kantuk atau obat tidur. Obat tertentu dapat menimbulkan efek samping, ketergantungan, atau justru memperburuk masalah tidur jika digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Yang juga penting, rasa kantuk berat perlu diperhatikan terutama ketika sedang mengemudi atau mengoperasikan mesin. Jangan memaksakan diri tetap berkendara ketika mengantuk karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Jika rasa kantuk berlebihan berlangsung terus-menerus, muncul meski tidur sudah cukup, atau disertai gejala lain seperti mendengkur keras, terbangun karena sesak, sakit kepala pada pagi hari, atau sulit berkonsentrasi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Dengan mengetahui penyebabnya, rasa kantuk tidak hanya ditutupi dengan kopi atau obat, tetapi dapat ditangani dari sumber masalahnya.
Editor : Zainal Abidin RK