Jangan Diabaikan! Penyebab Mata Perih Bisa Berasal dari Kebiasaan Sehari-hari yang Tidak Disadari

Anita Fitriani • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 23:58 WIB
Ilustrasi mata perih
Ilustrasi mata perih

RADAR KUDUS — Mata perih merupakan keluhan yang cukup sering dialami dan dapat muncul pada satu maupun kedua mata. Rasa perih biasanya terasa seperti panas, terbakar, menyengat, atau mengganjal.

Kondisi ini dapat disertai mata merah, berair, gatal, serta pandangan yang terasa kurang nyaman. Penyebabnya beragam, mulai dari mata kering, paparan debu, alergi, hingga infeksi.

Mata perih tidak selalu menandakan gangguan serius. Namun, keluhan tersebut tetap perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai gangguan penglihatan.

Mengenali penyebabnya dapat membantu seseorang menentukan langkah penanganan yang sesuai dan menghindari kebiasaan yang berisiko memperburuk kondisi mata.

Baca Juga: Cuaca Panas, Debu, dan Pancaroba Datang Bersamaan, Ini Cara Menjaga Kondisi Tubuh

Salah satu penyebab mata perih yang umum adalah mata kering. Kondisi ini dapat terjadi ketika produksi air mata berkurang atau air mata lebih cepat menguap dari permukaan mata.

Mata yang tidak mendapatkan pelumasan cukup dapat terasa panas, perih, gatal, dan seperti kemasukan pasir.

Mata kering juga sering muncul ketika seseorang terlalu lama menatap layar karena frekuensi berkedip biasanya berkurang. Penggunaan pendingin ruangan, paparan angin, serta kurang tidur dapat membuat keluhan semakin terasa.

Iritasi juga dapat menimbulkan rasa perih pada mata. Debu, asap rokok, polusi udara, parfum, produk kosmetik, dan bahan kimia tertentu dapat mengganggu permukaan mata.

Baca Juga: Infused Water Lemon Jadi Favorit, Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Rutin Minum

Paparan tersebut biasanya menyebabkan mata berair, merah, dan terasa tidak nyaman. Bahan kimia dengan kandungan tertentu, termasuk air kolam yang mengandung klorin, juga dapat memicu sensasi terbakar pada mata.

Apabila mata terkena bahan kimia, mata perlu segera dibilas dengan air bersih dan tidak boleh digosok.

Alergi menjadi penyebab lain yang dapat membuat mata perih. Reaksi ini dapat dipicu oleh debu, serbuk sari, bulu hewan, jamur, asap, atau bahan pewangi.

Mata yang mengalami alergi umumnya terasa gatal, berair, merah, dan sedikit bengkak. Rasa gatal sering menjadi keluhan yang menonjol pada alergi mata.

Baca Juga: 4 Manfaat Mandi Air Hangat Sebelum Tidur untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Menggosok mata secara berulang dapat memperparah iritasi dan membuat permukaan mata semakin sensitif.

Infeksi pada mata juga dapat menyebabkan rasa perih. Infeksi dapat dipicu oleh virus maupun bakteri dan sering kali memengaruhi konjungtiva, yaitu selaput yang melapisi bagian putih mata serta permukaan dalam kelopak.

Selain perih, infeksi dapat ditandai dengan mata merah, berair, kelopak yang lengket, atau keluarnya cairan dari mata. Cairan yang kental dan berwarna kehijauan perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan infeksi bakteri.

Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai turut berisiko menimbulkan mata perih. Lensa kontak yang dipakai terlalu lama, tidak dibersihkan dengan benar, atau digunakan ketika mata sedang mengalami iritasi dapat mengganggu permukaan mata.

Baca Juga: Akses Layanan Meningkat, Hotline Kesehatan Jiwa Healing119 Terima hingga 600 Telepon Per Hari

Kebiasaan menyentuh lensa dengan tangan yang tidak bersih juga dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran dan mikroorganisme ke mata.

Karena itu, pengguna lensa kontak perlu mengikuti aturan pemakaian dan menjaga kebersihan lensa serta tempat penyimpanannya.

Benda asing yang masuk ke mata, seperti debu, pasir, bulu mata, atau serangga kecil, dapat menimbulkan rasa perih secara tiba-tiba. Kondisi tersebut biasanya disertai mata berair dan keinginan untuk mengucek mata.

Menggosok mata justru berisiko menyebabkan permukaan mata tergores. Apabila benda asing tidak keluar setelah mata dibilas secara perlahan atau rasa sakit tetap berlangsung, pemeriksaan medis diperlukan.

Baca Juga: Musim Panas dan Kering, Ini 5 Rekomendasi Minuman Segar untuk Bantu Jaga Hidrasi Tubuh

Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kenyamanan mata. Menatap layar terlalu lama tanpa jeda, membaca dalam pencahayaan yang terlalu redup atau terlalu silau, serta kurang tidur dapat membuat mata lebih cepat lelah dan terasa perih.

Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa pencahayaan yang tidak sesuai dan kurang tidur dapat berdampak pada kesehatan mata.

Untuk mengurangi keluhan, seseorang dapat beristirahat dari layar secara berkala, mengatur pencahayaan, dan menghindari paparan langsung dari asap maupun debu.

Penanganan awal perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Mata yang terasa lelah atau kering dapat diistirahatkan dengan mengurangi waktu menatap layar dan menggunakan kompres dingin pada kelopak mata.

Mata tidak boleh digosok karena tindakan tersebut dapat memperburuk iritasi. Penggunaan obat tetes mata sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk tenaga kesehatan, terutama jika keluhan disertai mata merah, nyeri, atau gangguan penglihatan.

Baca Juga: Sedang Diet? 5 Makanan Ini Sebaiknya Jangan Dimakan saat Malam Hari

Mata perih umumnya dapat disebabkan oleh mata kering, iritasi, alergi, infeksi, penggunaan lensa kontak, atau masuknya benda asing.

Keluhan ringan dapat membaik setelah mata diistirahatkan dan dijauhkan dari pemicu iritasi. 

Namun, pemeriksaan ke dokter mata perlu segera dilakukan jika rasa perih terasa berat, tidak membaik, disertai penurunan penglihatan, mata sangat sensitif terhadap cahaya, keluar nanah, atau muncul setelah mata terkena bahan kimia dan cedera.

Gejala seperti nyeri hebat, sakit kepala, mual, atau muntah juga memerlukan perhatian medis karena dapat menunjukkan kondisi yang lebih serius. (*) 

Editor : Mahendra Aditya
penyebab mata perih mata kering iritasi mata alergi mata infeksi mata.