Nyeri Lutut Tak Selalu Karena Asam Urat, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 16:58 WIB
Ilustrasi pria mengalami nyeri pada lutut. (Gemini AI)
Ilustrasi pria mengalami nyeri pada lutut. (Gemini AI)

RADAR KUDUS - Nyeri lutut merupakan keluhan yang cukup sering dialami, baik akibat aktivitas berlebihan, cedera saat berolahraga, pertambahan usia maupun kondisi tertentu pada sendi. Rasa sakit dapat muncul di bagian depan, samping, belakang atau seluruh area lutut. Tingkat nyerinya pun beragam, mulai dari rasa ngilu ringan hingga sakit yang membuat seseorang kesulitan berjalan.

Lutut memiliki banyak struktur penting, seperti tulang, tulang rawan, ligamen, tendon dan bantalan sendi atau meniskus. Gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat menimbulkan keluhan yang berbeda. Karena itu, lokasi dan karakter nyeri dapat menjadi petunjuk awal mengenai kemungkinan penyebabnya, tetapi tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Salah satu penyebab yang sering menimbulkan nyeri lutut adalah osteoartritis. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang secara bertahap mengalami kerusakan. Nyeri biasanya berkembang perlahan dan dapat disertai kaku, terutama setelah lama tidak bergerak atau setelah melakukan aktivitas.

Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, Ini 10 Macam Pusing, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selain osteoartritis, berikut beberapa macam nyeri lutut yang dapat terjadi:

1. Nyeri lutut akibat osteoartritis

Nyeri akibat osteoartritis biasanya terasa saat lutut digunakan untuk berjalan, naik turun tangga atau berdiri dalam waktu lama. Lutut juga dapat terasa kaku dan terkadang membengkak.

Risikonya meningkat seiring pertambahan usia. Riwayat cedera, penggunaan sendi secara berlebihan dan beban tubuh yang memberikan tekanan lebih besar pada lutut juga dapat berperan.

Penanganannya dapat berupa latihan fisik yang sesuai, menjaga berat badan tetap sehat dan penggunaan obat pereda nyeri berdasarkan kondisi pasien. Aktivitas fisik berdampak rendah dapat membantu memperkuat otot di sekitar lutut dan mempertahankan fungsi sendi.

2. Nyeri lutut akibat cedera ligamen

Cedera ligamen lebih sering terjadi ketika lutut mengalami perubahan arah secara tiba-tiba, terpelintir atau mendapat benturan. Kondisi ini banyak ditemukan pada olahraga yang membutuhkan gerakan cepat seperti sepak bola, basket atau aktivitas dengan lompatan dan perubahan arah.

Nyeri dapat disertai pembengkakan, lutut terasa tidak stabil atau seperti akan lepas ketika digunakan untuk berdiri. Pada cedera tertentu, seseorang bahkan dapat mendengar bunyi seperti "pop" saat kejadian.

Cedera ringan dapat membutuhkan istirahat dan pengurangan aktivitas. Namun, cedera ligamen yang berat perlu diperiksa dokter karena pada sebagian kasus diperlukan fisioterapi atau tindakan medis lainnya.

Baca Juga: Jangan Asal Garuk! Ini 9 Macam Gatal pada Kulit, Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Nyeri karena meniskus robek

Meniskus merupakan bantalan berbentuk seperti huruf C yang berada di antara tulang paha dan tulang kering. Bagian ini berfungsi membantu meredam tekanan pada sendi lutut.

Meniskus dapat robek ketika lutut berputar secara tiba-tiba dalam kondisi menahan beban. Keluhannya dapat berupa nyeri, pembengkakan, kesulitan meluruskan lutut atau sensasi lutut seperti terkunci.

Penanganannya bergantung pada tingkat cedera. Dokter dapat menyarankan istirahat, fisioterapi atau pemeriksaan lanjutan seperti MRI jika diperlukan.

4. Nyeri di bagian depan lutut

Rasa sakit yang berada di sekitar tempurung lutut atau bagian depan lutut dapat berkaitan dengan patellofemoral pain syndrome. Keluhan dapat muncul setelah aktivitas yang memberikan tekanan pada lutut, seperti berlari, jongkok atau naik turun tangga.

Mengurangi aktivitas yang memicu nyeri, melakukan latihan penguatan otot secara tepat dan memperbaiki pola gerak dapat membantu. Bila nyeri menetap, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

5. Nyeri akibat tendinitis

Tendinitis merupakan peradangan atau iritasi pada tendon. Pada lutut, salah satu yang dapat terkena adalah tendon patela yang menghubungkan tempurung lutut dengan tulang kering.

Kondisi ini dapat muncul akibat aktivitas berulang seperti berlari atau melompat. Rasa sakit biasanya terasa di antara tempurung lutut dan tulang kering dan dapat semakin terasa ketika melakukan aktivitas tertentu.

Mengurangi aktivitas yang memicu keluhan, memberikan waktu istirahat dan menggunakan kompres dingin dapat membantu mengurangi gejala ringan. Jika nyeri terus berlanjut, dokter atau fisioterapis dapat membantu menentukan latihan yang sesuai.

6. Nyeri karena bursitis

Bursitis terjadi ketika bursa, yaitu kantong kecil berisi cairan yang berfungsi mengurangi gesekan di sekitar sendi, mengalami iritasi atau peradangan.

Pada lutut, bursitis dapat menyebabkan nyeri, bengkak, rasa hangat dan nyeri ketika area tersebut ditekan atau digerakkan. Kondisi ini dapat dipicu oleh tekanan berulang, termasuk terlalu sering berlutut di permukaan keras.

Penanganannya antara lain mengistirahatkan lutut, menghindari aktivitas yang memperburuk keluhan dan memberikan kompres dingin. Obat pereda nyeri tertentu dapat digunakan dalam jangka pendek jika sesuai dengan kondisi kesehatan seseorang.

7. Nyeri lutut akibat asam urat

Serangan asam urat dapat menyebabkan nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba dan sangat kuat. Lutut dapat menjadi bengkak, terasa panas dan kemerahan.

Kondisi ini berbeda dengan nyeri lutut akibat aktivitas biasa. Serangan yang mendadak dengan pembengkakan dan rasa panas sebaiknya tidak hanya ditangani dengan obat penghilang rasa sakit tanpa mencari penyebabnya.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk membedakan asam urat dari kondisi lain, termasuk infeksi sendi.

8. Nyeri lutut karena keseleo atau ketegangan

Keseleo atau strain dapat terjadi akibat lutut teregang, terpelintir atau digunakan secara berlebihan. Nyeri dapat disertai bengkak atau memar.

Pada keluhan ringan, mengurangi aktivitas yang membebani lutut, memberikan kompres dingin dan menjaga lutut agar tidak terlalu banyak digunakan dapat membantu proses pemulihan. Jika nyeri berat atau lutut tidak dapat digunakan untuk menahan beban, pemeriksaan medis diperlukan.

9. Nyeri lutut karena infeksi sendi

Infeksi pada sendi merupakan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian serius. Lutut dapat terasa sangat sakit, panas, bengkak dan kemerahan. Keluhan juga dapat disertai demam atau menggigil.

Nyeri lutut yang disertai demam serta kemerahan dan rasa panas pada sendi perlu segera diperiksakan karena infeksi sendi membutuhkan penanganan medis.

Untuk mengatasi nyeri lutut ringan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah. Kurangi aktivitas yang memberikan tekanan berlebihan pada lutut dan berikan waktu istirahat. Kompres dingin yang dibungkus kain dapat ditempelkan sekitar 20 menit dan dapat diulang setiap beberapa jam untuk membantu mengurangi nyeri serta pembengkakan.

Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), termasuk ibuprofen, dapat digunakan pada kondisi tertentu. Namun, NSAID tidak cocok untuk semua orang karena dapat menimbulkan efek samping, terutama jika digunakan tanpa memperhatikan kondisi lambung, ginjal, jantung, obat lain yang sedang dikonsumsi dan faktor kesehatan lainnya.

Karena itu, penggunaan obat sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter maupun apoteker. Jangan menggunakan obat secara berlebihan hanya karena nyeri belum hilang.

Pada nyeri lutut yang berkaitan dengan osteoartritis, olahraga atau latihan yang tepat justru dapat menjadi bagian penting dari penanganan. Latihan penguatan otot di sekitar lutut dan aktivitas berdampak rendah dapat membantu mempertahankan kemampuan bergerak. Bagi orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan juga dapat mengurangi beban pada sendi lutut.

Namun, jenis latihan harus disesuaikan dengan penyebab nyeri. Latihan yang tidak tepat, terutama ketika lutut sedang mengalami cedera, justru dapat memperburuk kondisi.

Segera periksakan diri apabila nyeri lutut sangat berat, lutut tidak dapat digunakan untuk menahan berat badan, mengalami pembengkakan besar secara tiba-tiba, bentuk lutut berubah atau tidak dapat ditekuk maupun diluruskan. Pemeriksaan juga diperlukan jika lutut terasa tidak stabil atau sering seperti akan menyerah ketika digunakan berjalan.

Nyeri yang disertai demam, kemerahan, rasa panas dan pembengkakan juga perlu mendapatkan perhatian medis karena dapat menjadi tanda infeksi atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan khusus.

Pada dasarnya, nyeri lutut bukanlah satu penyakit dengan satu jenis pengobatan. Penyebabnya bisa berupa cedera, penggunaan berlebihan, peradangan, gangguan bantalan sendi, osteoartritis, asam urat hingga infeksi. Karena itu, obat yang efektif untuk satu penyebab belum tentu tepat untuk penyebab lainnya.

Jika nyeri tidak membaik setelah beberapa minggu, berulang, mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Pemeriksaan dapat membantu menentukan sumber masalah dan apakah diperlukan fisioterapi, pemeriksaan pencitraan atau terapi lainnya.

Editor : Mahendra Aditya
nyeri lutut penyebab nyeri lutut obat nyeri lutut cara mengatasi nyeri lutut sakit lutut