RADAR KUDUS – Pusing merupakan keluhan yang sering dialami dan bisa muncul dalam berbagai bentuk. Ada orang yang merasakan kepala berdenyut, seperti ditekan, terasa ringan dan melayang, hingga sensasi seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar.
Karena bentuk dan penyebabnya berbeda, cara mengatasi pusing juga tidak bisa disamakan. Pusing dapat dipicu kurang tidur, dehidrasi, stres, migrain, gangguan telinga bagian dalam, gula darah rendah, efek obat, hingga kondisi medis tertentu.
Berikut beberapa jenis pusing yang umum terjadi, penyebab, gejala yang menyertainya, serta cara mengatasinya.
1. Sakit kepala tegang
Sakit kepala tegang atau tension headache biasanya terasa seperti tekanan atau lilitan di kepala. Rasa sakit dapat muncul di kedua sisi kepala, bagian dahi, atau belakang kepala dan leher.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan stres, kelelahan, kurang tidur, posisi tubuh yang kurang baik, atau terlalu lama berada dalam satu posisi, misalnya bekerja di depan komputer.
Cara mengatasinya dapat dimulai dengan beristirahat, memperbaiki waktu tidur, cukup minum, melakukan peregangan leher dan bahu, serta mengelola stres.
Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu sebagian orang jika digunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Namun, obat pereda nyeri sebaiknya tidak digunakan terlalu sering karena penggunaan berlebihan dapat memicu sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan.
2. Migrain
Migrain biasanya menyebabkan nyeri berdenyut yang dapat terasa sedang hingga berat dan sering kali lebih dominan pada salah satu sisi kepala. Serangan dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.
Migrain pada sebagian orang disertai mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Sebagian penderita juga mengalami aura sebelum atau saat serangan, seperti melihat kilatan cahaya, garis zig-zag, atau mengalami gangguan penglihatan sementara.
Pemicu migrain berbeda-beda. Kurang tidur, stres, perubahan hormon, cahaya terang, suara keras, makanan tertentu, serta melewatkan waktu makan dapat menjadi pemicu pada sebagian orang.
Saat migrain menyerang, beristirahat di ruangan yang tenang dan gelap dapat membantu. Kompres dingin pada kepala atau leher juga dapat dicoba. Obat pereda nyeri tertentu dapat digunakan pada awal serangan sesuai petunjuk.
Jika migrain sering kambuh, sangat berat, atau mengganggu aktivitas, dokter dapat memberikan obat khusus untuk mengatasi serangan maupun obat pencegah.
Baca Juga: Jangan Asal Garuk! Ini 9 Macam Gatal pada Kulit, Penyebab dan Cara Mengatasinya
3. Vertigo
Vertigo berbeda dengan sakit kepala biasa. Penderitanya dapat merasakan dirinya atau lingkungan seolah-olah berputar.
Vertigo sering berkaitan dengan gangguan pada sistem keseimbangan, terutama telinga bagian dalam. Salah satu penyebab yang cukup umum adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), yang biasanya muncul ketika posisi kepala berubah, misalnya saat bangun dari tempat tidur atau menoleh.
Vertigo juga dapat disertai mual, muntah, gangguan keseimbangan, atau sulit berjalan.
Penanganannya bergantung pada penyebab. Pada BPPV, dokter atau tenaga kesehatan dapat melakukan manuver reposisi tertentu untuk membantu mengembalikan partikel di telinga bagian dalam ke posisi yang tepat. Obat dapat diberikan pada kondisi tertentu untuk membantu mengurangi gejala.
Jika vertigo muncul untuk pertama kali, sangat berat, atau disertai gejala saraf, pemeriksaan medis diperlukan.
4. Pusing karena dehidrasi
Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Salah satu keluhannya adalah kepala terasa ringan atau pusing, terutama ketika berdiri.
Dehidrasi dapat terjadi setelah banyak berkeringat, muntah, diare, demam, atau kurang minum.
Penanganan utamanya adalah mengganti cairan yang hilang. Minumlah air secara bertahap. Jika kehilangan cairan disebabkan muntah atau diare, larutan rehidrasi oral dapat diperlukan untuk mengganti cairan dan elektrolit.
Dehidrasi berat membutuhkan penanganan medis, terutama jika penderita sangat lemas, kebingungan, jarang buang air kecil, atau tidak mampu mempertahankan asupan cairan.
5. Pusing akibat tekanan darah turun saat berdiri
Sebagian orang mengalami kepala terasa ringan, berkunang-kunang, atau hampir pingsan ketika bangkit dari posisi duduk atau berbaring. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penurunan tekanan darah saat berdiri atau hipotensi ortostatik.
Pemicunya antara lain dehidrasi, beberapa jenis obat, kehilangan darah, atau kondisi medis tertentu.
Bangun dari tempat tidur atau kursi secara perlahan dapat membantu mengurangi keluhan. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi, kecuali dokter memberikan pembatasan cairan karena kondisi tertentu.
Jika keluhan sering terjadi, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mencari penyebabnya.
6. Pusing akibat gula darah rendah
Gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan kepala terasa ringan atau pusing. Gejala lain dapat berupa gemetar, berkeringat, lapar, jantung berdebar, lemas, sulit berkonsentrasi, hingga kebingungan.
Kondisi ini lebih sering menjadi perhatian pada orang yang menggunakan obat tertentu untuk diabetes, tetapi dapat memiliki penyebab lain.
Pada orang yang sadar dan mampu menelan, gula darah rendah umumnya perlu segera ditangani dengan sumber karbohidrat yang cepat diserap sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jika penderita tidak sadar atau tidak mampu menelan, jangan memberikan makanan atau minuman melalui mulut dan segera cari pertolongan medis.
7. Pusing karena kurang tidur dan kelelahan
Kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lemas dan kepala terasa berat atau tidak nyaman. Kelelahan juga dapat memperburuk sakit kepala pada sebagian orang.
Perbaikan pola tidur, mengurangi aktivitas berlebihan, cukup minum, serta memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dapat membantu.
Jika pusing terus muncul meskipun tidur sudah cukup, jangan langsung menganggap penyebabnya hanya kelelahan. Pemeriksaan diperlukan jika keluhan berlangsung lama atau disertai gejala lain.
8. Pusing yang berkaitan dengan kecemasan atau stres
Stres dan kecemasan dapat memicu atau memperburuk sakit kepala. Sebagian orang juga dapat mengalami sensasi kepala ringan, napas terasa cepat, jantung berdebar, atau tubuh terasa tidak stabil.
Mengatur pernapasan, beristirahat sejenak, melakukan aktivitas fisik ringan, serta mengurangi pemicu stres dapat membantu.
Jika keluhan sering berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
9. Pusing akibat efek obat
Sejumlah obat dapat menyebabkan pusing atau kepala terasa ringan sebagai efek samping. Risiko ini dapat meningkat ketika seseorang baru mulai mengonsumsi obat tertentu atau mengalami perubahan dosis.
Jika pusing muncul setelah mengonsumsi obat, jangan langsung menghentikan obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Tenaga kesehatan dapat mengevaluasi apakah obat, dosis, atau kombinasi obat berperan terhadap keluhan.
10. Pusing yang berkaitan dengan anemia
Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat atau hemoglobin untuk membawa oksigen secara optimal. Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah mudah lelah dan kepala terasa ringan, terutama saat melakukan aktivitas.
Penyebab anemia beragam, termasuk kekurangan zat besi, kehilangan darah, kekurangan vitamin tertentu, atau penyakit kronis.
Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Suplemen zat besi tidak sebaiknya dikonsumsi sembarangan hanya karena mengalami pusing, karena tidak semua anemia disebabkan kekurangan zat besi.
Cara sederhana mengatasi pusing ringan
Jika pusing tergolong ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat dicoba.
Beristirahatlah terlebih dahulu dan hindari berdiri atau bergerak secara tiba-tiba. Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan makan secara teratur. Jika pusing muncul setelah terlalu lama berada di depan layar, berikan waktu bagi mata dan tubuh untuk beristirahat.
Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin ketika sedang pusing atau mengalami sensasi berputar karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Penggunaan obat sakit kepala juga sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Paracetamol atau obat antiinflamasi tertentu dapat membantu beberapa jenis sakit kepala, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Ikuti aturan dosis pada kemasan dan perhatikan kondisi kesehatan atau obat lain yang sedang dikonsumsi.
Kapan pusing harus segera diperiksa?
Tidak semua pusing berbahaya, tetapi ada kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera. Cari bantuan darurat jika pusing atau sakit kepala muncul secara tiba-tiba dan sangat berat, terutama jika merupakan sakit kepala terparah yang pernah dirasakan.
Pertolongan segera juga diperlukan jika pusing disertai kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, wajah mencong, gangguan penglihatan, kehilangan kesadaran, kejang, sulit berjalan, kebingungan, nyeri dada, atau sesak napas.
Pusing setelah mengalami cedera kepala juga perlu diperiksa, terutama jika disertai muntah berulang, penurunan kesadaran, atau sakit kepala yang semakin berat.
Pada akhirnya, pusing bukanlah satu jenis penyakit. Sensasi berputar, kepala terasa ringan, dan sakit kepala memiliki penyebab yang berbeda sehingga pengobatannya pun tidak sama. Jika keluhan berulang, semakin berat, atau tidak diketahui penyebabnya, pemeriksaan medis diperlukan agar penanganannya tepat.
Editor : Mahendra Aditya