Jangan Asal Garuk! Ini 9 Macam Gatal pada Kulit, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 16:44 WIB
Ilustrasi gatal pada kulit. (Gemini AI)
Ilustrasi gatal pada kulit. (Gemini AI)

RADAR KUDUS – Gatal pada kulit merupakan keluhan yang cukup sering dialami dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Sensasinya bisa ringan, tetapi pada kondisi tertentu gatal dapat terasa sangat mengganggu, terutama jika berlangsung terus-menerus atau membuat seseorang sulit tidur.

Dalam dunia medis, rasa gatal disebut pruritus. Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh penyakit kulit. Kulit kering, alergi, gigitan serangga, infeksi, dermatitis, kudis, hingga sejumlah penyakit tertentu dapat memicu rasa gatal.

Karena penyebabnya berbeda-beda, cara mengatasi gatal juga tidak bisa disamaratakan. Penggunaan obat yang tidak sesuai penyebab justru dapat membuat keluhan menetap atau semakin berat.

Berikut beberapa jenis gatal pada kulit yang umum terjadi, penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasinya.

1. Gatal akibat kulit kering

Kulit kering atau xerosis merupakan salah satu penyebab umum gatal. Kondisi ini dapat membuat kulit terasa kasar, bersisik, pecah-pecah, atau terasa tertarik.

Kulit kering dapat dipicu oleh cuaca, udara yang terlalu kering, mandi menggunakan air terlalu panas, penggunaan sabun yang keras, atau terlalu sering membersihkan kulit.

Cara mengatasinya antara lain menggunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap. Pilih pelembap yang tidak mengandung pewangi dan gunakan produk berbentuk krim atau salep jika kulit sangat kering.

Hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas dan jangan menggosok kulit terlalu keras.

2. Gatal karena alergi atau biduran

Gatal yang muncul secara tiba-tiba disertai bentol atau bilur pada kulit dapat merupakan biduran atau urtikaria. Bentolnya bisa berukuran kecil hingga cukup besar dan biasanya terasa sangat gatal.

Biduran dapat dipicu makanan tertentu, obat-obatan, gigitan serangga, infeksi, serbuk sari, maupun faktor lain. Pada sebagian kasus, penyebabnya bahkan tidak dapat diketahui secara pasti.

Penanganan biduran ringan umumnya meliputi menghindari pemicu dan penggunaan obat antihistamin sesuai petunjuk tenaga kesehatan atau aturan pada kemasan.

Namun, jika gatal disertai pembengkakan pada bibir, lidah, mulut atau tenggorokan, maupun kesulitan bernapas, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera karena dapat menjadi tanda reaksi alergi berat.

3. Gatal akibat eksim atau dermatitis atopik

Eksim atau dermatitis atopik biasanya menyebabkan kulit kering, gatal, meradang dan terkadang pecah-pecah. Pada kondisi tertentu, kulit juga dapat mengalami penebalan akibat terlalu sering digaruk.

Eksim merupakan kondisi yang dapat berlangsung lama dan mengalami kekambuhan. Pemicu setiap orang dapat berbeda, tetapi panas dan keringat, stres, produk pembersih, bahan pewangi, tungau debu, bulu hewan, serta udara dingin dan kering dapat menjadi pemicu pada sebagian orang.

Perawatan dasar dilakukan dengan menjaga kelembapan kulit. Gunakan pelembap secara rutin, hindari sabun atau produk perawatan yang mengandung bahan iritatif, dan jangan menggaruk bagian yang terasa gatal.

Jika peradangan cukup berat, dokter dapat memberikan obat oles tertentu, termasuk kortikosteroid, sesuai kondisi pasien.

4. Gatal karena dermatitis kontak

Dermatitis kontak muncul setelah kulit bersentuhan dengan zat tertentu yang menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.

Pemicu dapat berupa sabun, deterjen, produk kosmetik, parfum, bahan pembersih, logam seperti nikel, hingga bahan tertentu di lingkungan kerja. Biasanya, ruam muncul pada bagian kulit yang bersentuhan dengan pemicunya.

Cara utama mengatasinya adalah mencari dan menghindari bahan penyebab. Kompres dingin dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman. Dokter juga dapat memberikan obat oles untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal jika diperlukan.

Jika pemicunya sulit diketahui, dokter kulit dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengujian tertentu seperti patch test pada kondisi yang sesuai.

5. Gatal karena kudis atau scabies

Gatal yang terasa sangat kuat, terutama pada malam hari, dapat menjadi salah satu tanda scabies. Penyakit ini disebabkan oleh tungau yang masuk ke lapisan kulit.

Gatal biasanya dapat muncul di sela-sela jari, pergelangan tangan, sekitar pinggang, ketiak, atau bagian tubuh lain. Karena scabies dapat menular melalui kontak dekat, penanganannya tidak cukup hanya dengan menghilangkan rasa gatal.

Pengobatan memerlukan obat khusus untuk membasmi tungau dan sebaiknya dilakukan sesuai diagnosis serta anjuran tenaga kesehatan. Orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat juga mungkin perlu diperiksa dan ditangani secara bersamaan.

6. Gatal karena infeksi jamur

Infeksi jamur pada kulit dapat menimbulkan rasa gatal disertai ruam, kulit bersisik, kemerahan, atau bentuk lesi tertentu. Keluhan sering ditemukan pada area yang lembap, seperti lipatan tubuh dan sela kaki.

Penanganannya biasanya menggunakan obat antijamur yang sesuai dengan jenis infeksi. Menjaga area tetap bersih dan kering juga penting untuk membantu mencegah kondisi semakin buruk.

Penggunaan krim yang mengandung kortikosteroid tanpa diagnosis yang tepat sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk atau menyamarkan beberapa infeksi kulit.

7. Gatal karena dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik sering menyerang kulit kepala dan area kulit yang banyak mengandung kelenjar minyak. Gejalanya dapat berupa ketombe, kulit bersisik putih atau kekuningan, kulit berminyak, dan rasa gatal. Kondisi ini juga dapat muncul pada wajah, sekitar hidung, alis, telinga, dada, ketiak atau lipatan tertentu.

Untuk kulit kepala, sampo obat tertentu dapat digunakan sesuai kondisi. Beberapa produk mengandung bahan seperti ketokonazol, selenium sulfida atau zinc pyrithione.

Jika keluhan tidak membaik atau sering kambuh, pemeriksaan dokter kulit diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

8. Gatal akibat gigitan serangga

Gigitan nyamuk, kutu, atau serangga lainnya dapat menimbulkan bentol dan rasa gatal. Pada sebagian orang, reaksinya bisa lebih besar sehingga menyebabkan kemerahan dan pembengkakan.

Untuk keluhan ringan, hindari menggaruk bagian yang terkena dan dapat menggunakan kompres dingin untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman. Obat antihistamin atau obat oles tertentu dapat digunakan sesuai kebutuhan dan petunjuk.

Jika muncul pembengkakan luas, gangguan pernapasan, atau pembengkakan pada wajah dan tenggorokan setelah gigitan, segera cari pertolongan medis.

9. Gatal yang muncul tanpa ruam

Tidak semua gatal disertai perubahan yang terlihat pada kulit. Gatal seluruh tubuh tanpa ruam dapat memiliki berbagai penyebab, termasuk kulit kering, gangguan saraf, efek obat, hingga kondisi tertentu pada organ tubuh.

Beberapa penyakit seperti gangguan hati, ginjal, anemia, diabetes, dan gangguan tiroid juga dapat berkaitan dengan rasa gatal pada kondisi tertentu.

Karena itu, gatal yang berlangsung lama tanpa penyebab jelas sebaiknya tidak terus-menerus diobati sendiri.

Cara sederhana meredakan gatal di rumah

Untuk gatal ringan yang tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah dapat membantu meredakan keluhan.

Pertama, gunakan pelembap tanpa pewangi secara rutin. Kedua, mandi dengan air suam-suam kuku dan hindari air yang terlalu panas. Ketiga, gunakan pembersih kulit yang lembut dan jangan menggosok kulit secara berlebihan.

Kompres dingin juga dapat membantu mengurangi sensasi gatal. Selain itu, kuku sebaiknya dipotong pendek agar kulit tidak terluka ketika tanpa sadar digaruk.

Hindari pula bahan yang diduga menjadi pemicu, seperti produk perawatan kulit tertentu, deterjen, parfum, atau bahan lainnya.

Yang tidak kalah penting, jangan sembarangan menggunakan obat oles, terutama krim steroid atau obat kombinasi, karena jenis penyakit kulit yang berbeda membutuhkan penanganan berbeda.

Kapan gatal perlu diperiksakan ke dokter?

Gatal sebaiknya diperiksakan apabila berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik meski sudah melakukan perawatan sederhana. Pemeriksaan juga diperlukan jika gatal sangat berat, mengganggu aktivitas atau membuat sulit tidur.

Segera mencari pertolongan medis jika ruam menyebar cepat, muncul lepuhan atau luka terbuka, disertai demam, terasa nyeri, atau mengenai mata, bibir, mulut maupun area genital. Ruam yang mengeluarkan nanah, mengalami pembengkakan, terasa panas, atau disertai demam juga dapat menjadi tanda infeksi.

Jika terjadi pembengkakan pada bibir atau lidah maupun kesulitan bernapas dan menelan, pertolongan darurat diperlukan.

Pada akhirnya, gatal bukanlah satu penyakit dengan satu jenis obat. Bentuk ruam, lokasi, lama keluhan, pemicu, serta gejala lain yang menyertai perlu diperhatikan untuk mengetahui penyebabnya. Karena itu, bila gatal menetap atau berulang, diagnosis tenaga kesehatan lebih aman daripada mencoba berbagai obat secara bergantian.

Editor : Mahendra Aditya
macam macam gatal pada kulit penyebab kulit gatal obat kulit gatal cara mengatasi gatal jenis penyakit kulit