Akses Layanan Meningkat, Hotline Kesehatan Jiwa Healing119 Terima hingga 600 Telepon Per Hari

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:08 WIB
Akses Layanan Meningkat, Hotline Kesehatan Jiwa Healing119 Terima hingga 600 Telepon Per Hari
Akses Layanan Meningkat, Hotline Kesehatan Jiwa Healing119 Terima hingga 600 Telepon Per Hari
 

RADAR KUDUS - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lonjakan signifikan pada pemanfaatan kanal konsultasi kesehatan jiwa resmi pemerintah, Healing119.
 
Saat ini, layanan darurat psikologis tersebut menerima rata-rata 500 hingga 600 kontak setiap harinya, baik melalui saluran telepon maupun pesan singkat WhatsApp.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, membeberkan data tersebut dalam forum temu media di Jakarta pada Rabu (9/9/2026), yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.
 
Baca Juga: Sekda Jepara: Penelitian Lebih Lanjut Temuan Batu Ukir-Struktur Bata Kuno Diduga Kerajaan Kalinyamat
 
Imran menjelaskan bahwa angka interaksi harian ini mengalami peningkatan drastis dibanding periode awal pengaktifan kembali layanan pada Juli 2025 yang kala itu berkisar 350 hingga 400 kontak per hari, sebelum akhirnya terus menanjak secara konsisten sejak Februari lalu.

Secara kumulatif, kanal Healing119 telah melayani lebih dari 220 ribu kontak selama lebih dari satu tahun masa operasionalnya.
 
Dari total jangkauan tersebut, ribuan pengakses secara terbuka menyampaikan bahwa mereka tengah berada dalam krisis mental dan memiliki dorongan untuk mengakhiri hidup. 
 
Para pengguna tersebut langsung mendapatkan intervensi serta pertolongan pertama psikologis (psychological first aid) dari tim konselor profesional yang bersiaga.

Kenaikan volume aduan ini dinilai Imran sebagai indikator positif meningkatnya kesadaran publik untuk mencari bantuan profesional, sekaligus menjadi cerminan besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap jangkauan layanan kesehatan mental. Rentang usia pengakses layanan pun kian mengkhawatirkan.
 
Ketua 2 Bidang Kemitraan dan Komunikasi Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Annelia Sari Sani, mengungkapkan bahwa pengakses termuda Healing119 tercatat masih berusia anak-anak, yakni di kisaran 8 hingga 10 tahun.
 
Baca Juga: Dewan Soroti Biaya Seragam Sekolah di Nalumsari Jepara Mencapai Rp 1,34 Juta per Anak

Dalam forum yang sama, Research Fellow dari Harvard Medical School, Sandersan Onie, turut menyoroti tren global mengenai maraknya aksi melukai diri sendiri (self-harm) yang didominasi oleh kelompok remaja dan wanita muda.
 
Ia menekankan pentingnya riset mendalam di Indonesia untuk memetakan pemicu utama mengapa krisis kesehatan jiwa kini mulai dialami pada usia yang semakin belia. 
 
Pihak Kemenkes pun mengingatkan bahwa persoalan bunuh diri merupakan isu kompleks yang dipicu oleh akumulasi berbagai faktor—mulai dari tekanan ekonomi, krisis keluarga, kekerasan, perundungan, hingga rasa kesepian—sehingga respons masyarakat yang menghakimi atau meremehkan harus dihentikan agar para penyintas tidak takut untuk bercerita. (*)
Editor : Ali Mustofa
Hotline Healing119 Kemenkes Kesehatan Jiwa Indonesia Hari Pencegahan Bunuh Diri Imran Pambudi Kemenkes Layanan Psikologis Anak