Begini Cara IIDI Jepara Bekali Pelajar Cegah HIV/AIDS dan Narkoba

Admin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:30 WIB

 

KESEHATAN: Edukasi pelajar SMKN 2 Jepara tentang bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan pentingnya hidup sehat.
KESEHATAN: Edukasi pelajar SMKN 2 Jepara tentang bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan pentingnya hidup sehat.

 

JEPARA – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS di kalangan pelajar terus diperkuat. Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Jepara bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jepara menggelar penyuluhan di SMKN 2 Jepara, Jumat (24/7). Edukasi tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus peningkatan kesadaran hukum dan kesehatan sejak usia sekolah.

Edukasi Libatkan Puluhan Pelajar

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMKN 2 Jepara itu diikuti sekitar 50 siswa sebagai perwakilan kelas. Hadir Kepala SMKN 2 Jepara Indria Mustika beserta jajaran guru, Ketua IIDI Kabupaten Jepara dr. Ny. Sylvi Rauben, Sp.A bersama pengurus, serta personel Satresnarkoba Polres Jepara.

Materi yang diberikan mencakup Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), disertai edukasi mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan di kalangan usia produktif.

Pelajar Diingatkan Risiko Hukum dan Dampak Kesehatan

KBO Satresnarkoba Polres Jepara IPDA Sutrisno, SH menjelaskan penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang serius.

Ia memaparkan materi berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, KUHP dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, serta UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

"Kami berharap para pelajar memahami risiko penyalahgunaan narkoba sejak dini. Kesadaran itu penting agar mereka mampu menjaga diri sekaligus mengingatkan lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat upaya pencegahan sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkotika maupun pergaulan berisiko.

Kolaborasi Pendidikan dan Kesehatan

Ketua IIDI Kabupaten Jepara dr. Ny. Sylvi Rauben, Sp.A menilai edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, serta aparat penegak hukum.

Menurut dia, remaja membutuhkan informasi yang benar agar mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan masa depannya.

"Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Ketika pelajar memahami bahaya narkoba dan cara mencegah penularan HIV/AIDS sejak dini, mereka akan lebih siap menjaga diri sekaligus menjadi penyebar informasi positif di lingkungan sekitarnya," katanya.

Sylvi berharap sinergi berbagai pihak seperti yang dilakukan di SMKN 2 Jepara dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain sehingga semakin banyak pelajar memperoleh edukasi yang tepat.

Siswa Antusias Ikuti Penyuluhan

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahaya narkoba, proses penularan HIV/AIDS, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Kegiatan ditutup dengan ajakan membangun komitmen bersama melalui yel-yel "HIV: No, Narkoba: No, Prestasi: Yes!" sebagai simbol tekad menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas narkoba.

Kepala SMKN 2 Jepara Indria Mustika mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada teman sebaya sehingga manfaat penyuluhan semakin luas.

Penyuluhan ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan kepolisian, diharapkan pelajar memiliki bekal untuk menjaga kesehatan, menaati hukum, dan terhindar dari perilaku berisiko.

 

Editor : Admin
IIDI Jepara Edukasi Narkoba polres jepara SMKN 2 Jepara berita jepara