Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Golongan Darah MAL Ditemukan, Begini Fakta dan Manfaatnya bagi Dunia Medis

Iwan Arfianto • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:35 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

Jakarta - Sebuah teka-teki besar dalam dunia hematologi yang telah membingungkan para pakar kesehatan selama lebih dari setengah abad akhirnya berhasil dipecahkan.

Tim peneliti lintas negara sukses mengidentifikasi sebuah sistem golongan darah baru yang sangat langka di dunia, mengakhiri misteri panjang yang pertama kali terdeteksi pada tahun 1972.

Kisah penemuan ini bermula 54 tahun lalu, ketika sebuah uji darah rutin pada seorang wanita hamil menunjukkan anomali medis yang janggal.

Hasil laboratorium mendeteksi bahwa sel darah merah wanita tersebut tidak memiliki sebuah molekul permukaan spesifik, padahal molekul tersebut dipunyai oleh 99,9 persen umat manusia di bumi.

Setelah puluhan tahun memicu perdebatan di kalangan ilmuwan, sistem golongan darah baru yang sempat menjadi misteri ini kini resmi diberi nama sistem MAL.

Titik Terang dari Antigen 'AnWj' yang Lenyap

Selama lima dekade terakhir, para ahli darah berupaya keras melacak kode genetik di balik hilangnya molekul misterius tersebut, yang diidentifikasi sebagai antigen AnWj.

Titik balik riset ini akhirnya tercapai berkat dedikasi tim peneliti dari NHS Blood and Transplant serta University of Texas, Bristol.

Komitmen di balik penemuan ini tidak main-main.

Louise Tilley, sang penulis utama studi sekaligus ahli hematologi senior, bahkan menghabiskan waktu hingga dua dekade dalam karier ilmiahnya khusus untuk menuntaskan teka-teki ini.

Hasil riset monumental mereka kini telah resmi diterbitkan dalam jurnal ilmiah terkemuka, Blood.

"Ini merupakan pencapaian besar, dan puncak dari upaya tim yang panjang, untuk akhirnya menetapkan sistem golongan darah baru ini dan mampu menawarkan perawatan terbaik kepada pasien yang langka, tetapi penting," papar Louise Tilley sebagaimana dikutip dari laman Futura Science.

Mengapa Disebut Sistem Golongan Darah Ke-47?

Mayoritas masyarakat umum sejauh ini hanya akrab dengan sistem golongan darah ABO (A, B, O, AB) serta Rhesus (Rh positif/negatif).

Namun, dalam realitas medis, sel darah merah manusia sebenarnya diselimuti oleh puluhan sistem golongan darah berbeda yang terbentuk dari struktur protein dan karbohidrat.

Komponen ini berfungsi sebagai penanda agar sistem kekebalan tubuh dapat mengenali selnya sendiri.

Riset terbaru ini membuktikan bahwa antigen AnWj yang sempat dianggap 'hilang' tersebut sejatinya menempel pada protein khusus bernama myelin and lymphocyte-associated protein (MAL).

Atas dasar itulah, penemuan ini secara resmi dikukuhkan sebagai sistem golongan darah ke-47 yang teridentifikasi dalam sejarah kedokteran modern.

Secara genetik, para ilmuwan menemukan bahwa individu yang terlahir dengan kondisi MAL-negatif (kekurangan antigen AnWj) umumnya mengalami mutasi pada kedua salinan gen MAL mereka.

Kendati demikian, peneliti juga menemukan kasus di mana pasien kehilangan antigen ini meski memiliki gen yang normal, menandakan bahwa jenis penyakit darah tertentu dapat menonaktifkan protein tersebut secara temporer.

Untuk memvalidasi temuan, tim ilmuwan melakukan eksperimen dengan memasukkan gen MAL yang sehat ke dalam sel darah pasien negatif-AnWj.

Hasilnya, antigen yang sebelumnya tidak terdeteksi langsung muncul kembali di permukaan sel secara instan.

Penyelamat Nyawa dalam Prosedur Transfusi Darah

Walaupun persentase populasi manusia pemilik golongan darah MAL-negatif ini tergolong sangat kecil, penemuan ini menjadi lompatan besar bagi keamanan prosedur transfusi darah global.

Kesalahan dalam mencocokkan jenis darah saat transfusi dapat memicu penolakan fatal dari sistem imun yang mengancam keselamatan jiwa.

Lewat keberhasilan identifikasi sistem MAL ini, dunia medis kini dapat menerapkan metode pengujian genetik yang presisi untuk mendeteksi pasien pemilik golongan darah langka tersebut.

Langkah preventif ini tidak hanya membantu dokter mengetahui apakah sifat langka tersebut bersifat herediter (keturunan) atau dipicu penyakit lain, tetapi juga memastikan bank darah dapat menyiapkan kantong darah yang benar-benar cocok saat pasien darurat harus menjalani tindakan operasi.

Editor : Iwan Arfianto
golongan darah penelitian medis antigen anwj genetic golongan darah langka