RADAR KUDUS – Pernahkah Anda melihat alpukat atau mangga yang masih keras menjadi matang lebih cepat setelah disimpan bersama pisang?
Ternyata, hal tersebut bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan memiliki penjelasan ilmiah.
Dilansir dari unggahan akun @dinamediin di platform X yang mengacu pada sejumlah penelitian ilmiah, pisang menghasilkan gas etilen (ethylene), yaitu hormon alami tumbuhan yang berperan penting dalam proses pematangan buah.
Saat pisang mulai matang, produksi gas etilen meningkat. Gas ini kemudian menyebar ke udara di sekitarnya dan merangsang buah-buahan lain yang masih mentah untuk mempercepat proses pematangan.
Beberapa buah yang paling responsif terhadap etilen antara lain alpukat, mangga, dan pir. Karena itu, menyimpan buah-buah tersebut bersama pisang dapat membuatnya matang dalam waktu yang lebih singkat.
Sebaliknya, jika ingin pisang bertahan lebih lama, sebaiknya jangan diletakkan berdekatan dengan buah lain yang juga menghasilkan etilen tinggi.
Pasalnya, gas tersebut justru dapat mempercepat proses pematangan sehingga buah lebih cepat lembek dan akhirnya membusuk.
Selain itu, pisang yang masih mentah juga tidak disarankan langsung disimpan di dalam kulkas.
Suhu dingin dapat menghambat proses pematangan alami dan menyebabkan kulit pisang cepat menghitam meskipun bagian dalamnya belum matang sempurna.
Bagi yang ingin mempercepat pematangan alpukat atau mangga, cukup simpan bersama satu atau dua buah pisang dalam wadah atau kantong kertas.
Cara sederhana ini memanfaatkan gas etilen yang dihasilkan pisang sehingga buah dapat matang secara alami tanpa perlu bahan tambahan. (bay)
Editor : Ali MustofaSumber : dinamediin