Namun, secara medis anggapan tersebut tidak benar.
lesung pipi bukan terbentuk karena tekanan dari luar, melainkan berasal dari struktur otot wajah yang sudah berkembang sejak seseorang masih berada di dalam kandungan.
Lesung pipi umumnya muncul karena adanya variasi pada otot zygomaticus major, yaitu otot yang berperan mengangkat sudut bibir saat tersenyum. Pada sebagian orang, otot ini terbagi menjadi dua sehingga saat tersenyum terbentuk lekukan kecil di pipi.
Para ahli juga menyebut faktor genetik berperan dalam munculnya lesung pipi. Anak yang memiliki orang tua berlesung pipi memang memiliki peluang lebih besar mewarisinya. Namun, pola pewarisannya tidak bersifat mutlak dan hingga kini masih terus diteliti.
Menariknya, sebagian bayi memang tampak memiliki lesung pipi. Akan tetapi, kondisi tersebut sering kali disebabkan oleh pipi yang masih berisi lemak. Seiring pertumbuhan, lesung pipi bisa menjadi lebih jelas, memudar, bahkan menghilang sama sekali.
Karena itu, menekan, menusuk, atau mengoleskan cabai, bawang putih, koin, maupun benda lain ke pipi bayi tidak akan membentuk lesung pipi.
Sebaliknya, tindakan tersebut justru berisiko menimbulkan berbagai masalah, seperti:
- iritasi kulit,
- rasa perih,
- luka,
- hingga infeksi karena kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif.
Apabila seseorang ingin memiliki lesung pipi saat dewasa, satu-satunya metode yang memang terbukti dapat membentuknya adalah prosedur bedah kosmetik yang dikenal sebagai dimpleplasty.
Karena itu, para orang tua disarankan tidak lagi mempercayai mitos yang belum terbukti secara ilmiah. Lesung pipi bukan sesuatu yang dapat dibentuk dari luar, melainkan merupakan bagian dari perkembangan anatomi wajah.
Jadi, bayi tanpa lesung pipi tetap tumbuh sehat, lucu, dan menggemaskan. Yang jauh lebih penting adalah menjaga kesehatan kulit dan memberikan perawatan yang aman sesuai anjuran medis. (bay)