Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Sering Mengobrol dengan Diri Sendiri? Jangan Dulu Merasa Aneh

uinbroadcasting • Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:56 WIB
Kenapa Kita sering Berbicara sendiri ya? Simak ulsannya berikut ini
Kenapa Kita sering Berbicara sendiri ya? Simak ulasannya berikut ini

RADAR KUDUS - Pernahkah Anda tiba-tiba berbicara sendiri saat mencari barang, mengerjakan tugas, atau sedang bingung mengambil keputusan?

Meski sering dianggap aneh, para ahli justru menyebut kebiasaan ini sebagai sesuatu yang normal.

Menurut berbagai penelitian psikologi, berbicara kepada diri sendiri atau self-talk merupakan salah satu cara otak memproses informasi, mengatur emosi, sekaligus membantu menyelesaikan masalah.

Pada anak-anak, kebiasaan ini bahkan menjadi bagian penting dalam proses belajar.

Saat mereka berbicara sendiri ketika bermain atau menyusun sesuatu, otak sedang melatih kemampuan berpikir, mengingat, dan memecahkan persoalan.

Kebiasaan ini ternyata juga membawa manfaat bagi orang dewasa.

Berbicara sendiri dapat membantu meningkatkan fokus saat mengerjakan pekerjaan, menenangkan diri ketika menghadapi tekanan, hingga meningkatkan rasa percaya diri sebelum melakukan sesuatu yang penting, seperti presentasi atau pertandingan olahraga.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa menyebut nama barang yang sedang dicari, misalnya, "Di mana kunci?" atau "Mana dompet?", dapat membantu otak lebih cepat menemukannya karena perhatian menjadi lebih terarah.

Tak hanya itu, atlet profesional juga sering menggunakan self-talk untuk menjaga konsentrasi dan meningkatkan performa. Mereka memberi instruksi sederhana kepada diri sendiri agar tetap fokus selama pertandingan.

Namun, cara berbicara kepada diri sendiri juga sangat berpengaruh. Penelitian yang dilakukan Moser, J. S., dkk. (2017) menemukan bahwa menggunakan kata ganti orang ketiga, misalnya menyebut nama sendiri, dapat membantu seseorang berpikir lebih objektif dan lebih mudah mengendalikan emosi dibanding menggunakan kata "aku" atau "saya".

Sebaliknya, jika isi pembicaraan kepada diri sendiri selalu bernada negatif, seperti terus menyalahkan atau merendahkan diri, dampaknya justru bisa menurunkan kepercayaan diri, meningkatkan stres, bahkan memengaruhi kesehatan mental.

Apabila self-talk negatif berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, para ahli menyarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Jadi, jika sesekali Anda berbicara sendiri, tidak perlu langsung khawatir.

Selama isinya positif dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, kebiasaan tersebut justru bisa menjadi salah satu cara alami otak membantu Anda tetap fokus, tenang, dan berpikir lebih baik. (bay)

Editor : Ali Mustofa
#Berbicara sendiri #kesehatan mental #self talk