RADAR KUDUS – Bagi sebagian orang, bangun tidur lalu langsung berdiri sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Entah karena terburu-buru berangkat kerja, mengecek ponsel, atau sekadar ingin segera ke kamar mandi.
Padahal, tubuh sebenarnya membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyesuaikan diri setelah berbaring dalam waktu lama.
Saat seseorang tidur, posisi tubuh yang horizontal membuat darah mengalir lebih merata.
Ketika tiba-tiba berdiri, gravitasi menyebabkan sebagian darah turun ke tungkai dan kaki.
Akibatnya, aliran darah menuju otak bisa berkurang sesaat sebelum tubuh berhasil menyesuaikan tekanan darah kembali.
Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik atau orthostatic hypotension, yaitu penurunan tekanan darah yang terjadi ketika seseorang berubah posisi dari berbaring atau duduk menjadi berdiri.
Gejalanya bisa berupa kepala terasa ringan, pandangan berkunang-kunang, pusing, hingga dalam beberapa kasus menyebabkan seseorang kehilangan keseimbangan atau bahkan pingsan.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh lansia, tetapi juga dapat terjadi pada orang yang mengalami dehidrasi, kurang tidur, sedang mengonsumsi obat tertentu, atau memiliki tekanan darah rendah.
Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme otomatis untuk menjaga tekanan darah tetap stabil saat berubah posisi.
Namun, proses tersebut memerlukan waktu beberapa detik. Jika seseorang berdiri terlalu cepat, tubuh belum sempat menyesuaikan diri sehingga otak menerima aliran darah lebih sedikit daripada biasanya. Inilah yang menyebabkan rasa pusing secara tiba-tiba.
Meski umumnya hanya berlangsung beberapa detik, kebiasaan ini tidak boleh dianggap sepele.
Hipotensi ortostatik berkaitan dengan peningkatan risiko jatuh, terutama pada orang lanjut usia.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh jika sering terjadi dan tidak ditangani dengan baik.
Karena itu, sebaiknya jangan terburu-buru berdiri setelah bangun tidur. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah duduk terlebih dahulu di tepi tempat tidur selama sekitar 30 hingga 60 detik.
Setelah itu, gerakkan kaki perlahan, tarik napas dalam, lalu berdirilah secara perlahan agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan tekanan darah.
Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi, tidur yang cukup, dan tidak melewatkan waktu makan juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Jika keluhan pusing saat berdiri sering terjadi atau disertai pingsan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Jadi, mulai sekarang jangan terburu-buru melompat dari tempat tidur begitu alarm berbunyi.
Memberi tubuh waktu kurang dari satu menit untuk beradaptasi bisa menjadi langkah sederhana yang membantu mengurangi risiko pusing, kehilangan keseimbangan, hingga cedera akibat terjatuh. (bay)
Editor : Ali Mustofa