RADAR KUDUS – Penggunaan gadget pada anak usia dini yang semakin sering menjadi perhatian para peneliti.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa paparan screen time yang berlebihan tidak hanya memengaruhi kebiasaan anak.
Tetapi juga berpotensi menghambat proses tumbuh kembangnya, terutama kemampuan motorik kasar dan halus.
Dampak lain juga dapat dirasakan pada perkembangan kognitif, kemampuan berbahasa, hingga aspek sosial dan emosional.
Perhatian terhadap masalah ini banyak difokuskan pada anak usia balita atau masa golden age, yaitu periode penting yang menjadi fondasi perkembangan anak.
Pada fase tersebut, keterlibatan dan pendampingan orang tua dinilai sangat berpengaruh dalam mengurangi risiko dampak negatif akibat penggunaan gawai yang berlebihan.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini mengungkap bahwa semakin lama anak menghabiskan waktu di depan layar, semakin tinggi pula kemungkinan munculnya tantrum serta keterlambatan perkembangan.
Penelitian terhadap 40 responden menggunakan metode Denver Developmental Screening Test (DDST) itu juga merekomendasikan agar durasi screen time anak usia dini dibatasi maksimal satu jam setiap hari.
Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PSIKOSAINS, yang menemukan adanya hubungan antara lamanya paparan layar dengan keterlambatan perkembangan anak, termasuk kemampuan motorik kasar.
Kajian itu juga mengacu pada penelitian internasional yang dimuat di PLOS ONE oleh Byeon dan Hong (2015), yang menunjukkan keterkaitan antara durasi menonton televisi dengan keterlambatan kemampuan bahasa pada balita. Kondisi tersebut dinilai berkaitan pula dengan terganggunya aspek perkembangan lainnya.
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Al-Muhadzab: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini menyimpulkan bahwa screen time yang melebihi batas wajar dapat memberikan dampak negatif pada berbagai aspek perkembangan, mulai dari kemampuan berpikir, bahasa, motorik, hingga perkembangan sosial emosional.
Karena itu, peran aktif orang tua dalam mendampingi anak dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko tersebut.
Secara ilmiah, keterlambatan perkembangan motorik akibat screen time berlebih terjadi karena anak menjadi lebih jarang melakukan aktivitas fisik.
Waktu yang seharusnya digunakan untuk merangkak, berjalan, berlari, memanjat, atau bermain dengan benda-benda yang melatih koordinasi tangan dan jari justru banyak dihabiskan dengan duduk diam di depan layar.
Para ahli pun menyarankan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah.
Orang tua dianjurkan membatasi penggunaan gadget maksimal satu jam setiap hari, memperbanyak aktivitas bermain di luar ruangan, menyediakan permainan edukatif seperti puzzle, balok susun, atau plastisin untuk melatih motorik halus, serta selalu mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital.
Selain itu, membuat jadwal penggunaan gadget dan memberikan teladan dengan tidak menggunakan gawai secara berlebihan juga menjadi bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang anak tetap optimal. (wa)
Editor : Ali Mustofa