RADAR KUDUS - Banyak orang memilih mengurangi bahkan melewatkan makan malam karena percaya kebiasaan tersebut dapat menyebabkan berat badan naik.
Anggapan ini sudah lama beredar dan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Namun, apakah makan malam benar-benar menjadi penyebab seseorang mengalami kenaikan berat badan?
Faktanya, kenaikan berat badan tidak ditentukan oleh waktu makan semata. Yang lebih berpengaruh adalah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh dibandingkan dengan kalori yang dibakar melalui aktivitas sehari-hari.
Jika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh dalam jangka waktu yang lama, kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak sehingga berat badan dapat meningkat.
Dengan kata lain, makan malam tidak otomatis membuat seseorang menjadi gemuk.
Seseorang tetap dapat menikmati makan malam selama porsi makanan sesuai kebutuhan dan menu yang dipilih mengandung gizi seimbang.
Sebaliknya, mengonsumsi makanan tinggi kalori, tinggi gula, atau tinggi lemak dalam jumlah berlebihan pada malam hari dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan.
Selain porsi, waktu makan juga perlu diperhatikan. Makan terlalu larut malam kemudian langsung tidur dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman, seperti perut terasa penuh atau munculnya keluhan asam lambung.
Oleh karena itu, disarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara makan malam dan waktu tidur.
Bagi masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan, melewatkan makan malam bukan selalu menjadi solusi terbaik.
Rasa lapar yang berlebihan justru dapat memicu keinginan mengonsumsi camilan tinggi kalori pada malam hari atau makan berlebihan keesokan harinya.
Agar lebih sehat, pilihlah menu makan malam yang mengandung protein, sayuran, dan karbohidrat dalam porsi seimbang.
Hindari terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, gorengan, makanan manis, atau minuman tinggi gula menjelang waktu tidur.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik secara rutin juga memiliki peran penting dalam menjaga berat badan ideal.
Berolahraga, tidur yang cukup, serta menerapkan pola hidup sehat akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya menghindari makan malam.
Jadi, anggapan bahwa makan malam selalu menyebabkan gemuk merupakan mitos yang perlu diluruskan.
Selama asupan kalori tetap sesuai kebutuhan tubuh dan pola hidup dijaga dengan baik, makan malam tidak harus dihindari. Yang terpenting adalah memperhatikan porsi, memilih makanan bergizi, serta menjaga keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik setiap hari. (Hilda)
Editor : Mahendra Aditya