RADAR KUDUS - Di era digital, ponsel telah menjadi bagian dari hampir seluruh aktivitas manusia.
Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, semuanya dapat dilakukan melalui satu perangkat kecil yang hampir tidak pernah lepas dari genggaman.
Namun, di balik kemudahan tersebut, ada ancaman kesehatan yang sering kali diabaikan, yakni text neck.
Kondisi ini semakin banyak ditemukan pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Penyebab utamanya bukan karena penggunaan ponsel itu sendiri, melainkan kebiasaan mempertahankan posisi kepala menunduk dalam waktu lama ketika menatap layar.
Apa Itu Text Neck?
Text neck merupakan gangguan pada leher yang muncul akibat posisi kepala yang terus-menerus menunduk saat menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, maupun laptop.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh chiropractor asal Amerika Serikat, Dr. Dean L. Fishman, untuk menggambarkan cedera akibat tekanan berulang pada leher karena terlalu lama melihat layar perangkat genggam.
Dalam kondisi normal, kepala manusia memiliki berat sekitar 4,5–5,5 kilogram. Beban tersebut masih dapat ditopang dengan baik oleh otot dan tulang belakang ketika posisi kepala tegak.
Namun saat kepala mulai menunduk, tekanan yang diterima leher meningkat secara drastis.
Semakin rendah sudut kemiringan kepala, semakin besar pula beban yang harus ditahan oleh tulang belakang leher.
Bahkan ketika dagu hampir menyentuh dada, tekanan yang diterima leher dapat mencapai sekitar 27 kilogram.
Apabila kondisi tersebut berlangsung setiap hari dalam waktu lama, otot, ligamen, sendi, hingga saraf di sekitar leher akan bekerja jauh lebih keras.
Akibatnya muncul rasa pegal, nyeri, kekakuan, bahkan gangguan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Mengapa Text Neck Kini Semakin Sering Terjadi?
Perubahan gaya hidup menjadi faktor utama meningkatnya kasus text neck.
Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk membalas pesan, bermain media sosial, bekerja menggunakan laptop, mengikuti rapat daring, atau menonton video tanpa memperhatikan posisi tubuh.
Selain itu, kebiasaan menggunakan ponsel sambil berbaring, duduk membungkuk, atau membaca dengan kepala terus menunduk turut meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada leher.
Faktor yang Memicu Text Neck
Beberapa kebiasaan berikut diketahui dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami text neck:
- Menggunakan smartphone, tablet, atau laptop selama berjam-jam tanpa jeda.
- Menundukkan kepala terlalu lama ketika membaca atau bermain gim.
- Duduk dengan postur tubuh yang kurang baik.
- Menggunakan meja atau kursi yang tidak mendukung posisi ergonomis.
- Jarang melakukan peregangan ketika bekerja.
- Kurangnya aktivitas fisik yang menjaga kekuatan otot leher dan punggung.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Keluhan text neck biasanya berkembang secara perlahan sehingga sering dianggap sebagai rasa lelah biasa. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, gejalanya dapat semakin berat.
Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain:
- Nyeri atau pegal di bagian belakang leher.
- Leher terasa kaku dan sulit digerakkan.
- Nyeri menjalar ke bahu, punggung atas, hingga lengan.
- Sakit kepala, terutama pada bagian belakang kepala.
- Bahu terasa tegang.
- Kesemutan atau mati rasa pada lengan akibat tekanan pada saraf.
- Mudah lelah ketika duduk atau berdiri dalam waktu lama.
- Posisi kepala cenderung maju ke depan sehingga postur tubuh berubah.
Pada sebagian orang, rasa sakit juga akan semakin terasa ketika kepala kembali menunduk untuk melihat layar ponsel.
Apa yang Terjadi Jika Dibiarkan?
Banyak orang menganggap nyeri leher sebagai masalah ringan. Padahal, text neck yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memicu berbagai komplikasi.
Beberapa dampak yang mungkin terjadi meliputi:
- Kekakuan leher kronis.
- Perubahan postur tubuh permanen.
- Gangguan pada sendi dan tulang leher.
- Saraf terjepit yang menyebabkan nyeri hebat.
- Kelemahan otot pada lengan.
- Gangguan tidur akibat rasa nyeri yang terus muncul.
- Menurunnya konsentrasi dan produktivitas sehari-hari.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Sebagian besar kasus text neck dapat membaik dengan memperbaiki postur tubuh dan mengurangi penggunaan perangkat elektronik. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila muncul kondisi berikut:
- Nyeri tidak membaik setelah beberapa hari.
- Rasa sakit menjalar hingga bahu atau lengan.
- Leher sangat sulit digerakkan.
- Muncul kesemutan atau mati rasa pada tangan.
- Lengan terasa lemah.
- Sakit kepala semakin berat dan sering kambuh.
- Nyeri muncul secara tiba-tiba dengan intensitas tinggi.
Dokter biasanya akan melakukan wawancara mengenai kebiasaan penggunaan gawai, kemudian memeriksa postur tubuh, kekuatan otot, serta rentang gerak leher.
Bila diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti foto rontgen, CT scan, atau MRI dilakukan untuk memastikan tidak terdapat gangguan lain seperti saraf terjepit maupun kelainan tulang belakang.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan
Cara Mengatasi Text Neck
Penanganan text neck bertujuan mengurangi rasa nyeri sekaligus memperbaiki kebiasaan yang menjadi penyebab utamanya.
1. Perawatan Mandiri di Rumah
Untuk keluhan ringan, beberapa langkah berikut cukup efektif:
- Mengangkat posisi ponsel sejajar dengan mata.
- Duduk dengan punggung tegak dan bahu rileks.
- Mengistirahatkan tubuh setiap 30–60 menit.
- Melakukan peregangan leher dan bahu secara rutin.
- Mengompres hangat guna meredakan kekakuan otot.
- Menggunakan kompres dingin apabila muncul nyeri setelah beraktivitas.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran tenaga medis bila diperlukan.
2. Penanganan Medis
Jika gejala tidak membaik, dokter dapat memberikan terapi lanjutan berupa:
- Obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
- Obat pelemas otot apabila terjadi kekakuan yang berat.
- Fisioterapi untuk memperbaiki postur serta memperkuat otot leher.
- Terapi ultrasound guna mempercepat pemulihan jaringan.
- Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) untuk membantu mengurangi nyeri.
- Traksi tulang belakang apabila ditemukan tekanan pada saraf leher.
Cara Mencegah Text Neck
Mencegah text neck jauh lebih mudah dibandingkan mengobatinya. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan leher:
- Hindari penggunaan ponsel secara terus-menerus.
- Istirahat setiap 30 hingga 60 menit ketika bekerja di depan layar.
- Posisikan layar sejajar dengan pandangan mata.
- Gunakan meja dan kursi yang ergonomis.
- Duduk dengan punggung tegak dan bahu tetap rileks.
- Lakukan peregangan ringan beberapa kali dalam sehari.
- Rutin berolahraga untuk memperkuat otot leher, bahu, dan punggung, seperti yoga, pilates, atau latihan isometrik.
Text neck merupakan gangguan yang semakin sering dialami masyarakat modern akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dengan posisi kepala menunduk.
Walaupun awalnya hanya berupa pegal atau nyeri ringan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius apabila terus diabaikan.
Menerapkan postur tubuh yang benar, membatasi durasi penggunaan gawai, serta rutin melakukan peregangan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan leher.
Jika keluhan berlangsung lama, disertai kesemutan, kelemahan otot, atau nyeri yang semakin berat, segera konsultasikan kepada tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. (Muthia)
Editor : Ali Mustofa