Banyak orang memilih menghindari mandi pada malam hari karena khawatir akan mengalami nyeri sendi atau rematik. Namun, secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Rematik bukanlah penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan mandi malam. Istilah "rematik" sendiri digunakan untuk menggambarkan berbagai penyakit yang menyerang sendi, otot, atau jaringan di sekitarnya.
Salah satu yang paling dikenal adalah Rheumatoid Arthritis, yaitu penyakit autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, dan kaku.
Sementara itu, penyakit seperti Osteoarthritis lebih banyak disebabkan oleh proses penuaan, cedera, atau penggunaan sendi secara berlebihan.
Faktor genetik, obesitas, dan gaya hidup juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada sendi.
Meski demikian, mandi dengan air dingin pada malam hari memang dapat membuat sebagian orang yang sudah memiliki gangguan sendi merasakan nyeri atau kekakuan yang lebih jelas.
Hal tersebut bukan karena mandi malam menyebabkan rematik, melainkan suhu dingin dapat memengaruhi persepsi nyeri pada beberapa orang.
Bagi orang yang sehat, mandi malam umumnya aman dilakukan, terutama setelah beraktivitas, berolahraga, atau bekerja hingga larut malam.
Mandi dapat membantu membersihkan tubuh dari keringat, debu, dan kotoran sehingga tubuh terasa lebih segar sebelum beristirahat.
Namun, sebaiknya gunakan air dengan suhu yang nyaman, terutama jika tubuh sedang terasa lelah atau cuaca sedang dingin.
Setelah mandi, segera keringkan tubuh dan kenakan pakaian yang hangat agar suhu tubuh tetap terjaga.
Untuk menjaga kesehatan sendi, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari kebiasaan merokok.
Jika mengalami nyeri sendi yang berlangsung lama, disertai bengkak atau sulit bergerak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.
Dengan demikian, anggapan bahwa mandi malam menjadi penyebab rematik merupakan mitos yang tidak didukung bukti ilmiah.
Yang perlu diperhatikan justru adalah penyebab sebenarnya dari penyakit sendi serta menjaga pola hidup sehat agar kesehatan tulang dan persendian tetap terpelihara. (Hilda)
Editor : Ali Mustofa