Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Fakta Mengejutkan! Axolotl Bisa Menumbuhkan Kembali Anggota Tubuhnya

uinbroadcasting • Rabu, 1 Juli 2026 | 14:21 WIB
Axolotl, salamander asal Meksiko yang mampu meregenerasi anggota tubuh dan organ yang rusak, kini menjadi fokus penelitian ilmuwan dunia.
Axolotl, salamander asal Meksiko yang mampu meregenerasi anggota tubuh dan organ yang rusak, kini menjadi fokus penelitian ilmuwan dunia.

RADAR KUDUS -  Kemampuan axolotl, salamander asal Meksiko yang dijuluki sebagai "hewan ajaib", kembali menarik perhatian dunia ilmiah.

Hewan amfibi ini mampu menumbuhkan kembali kaki, tangan, ekor, hingga beberapa organ tubuh yang hilang hanya dalam hitungan minggu.

Kemampuan luar biasa tersebut kini menjadi kunci bagi para ilmuwan untuk memahami apakah manusia suatu saat juga dapat meregenerasi jaringan atau anggota tubuh yang rusak.

Dua penelitian terbaru memberikan gambaran yang semakin jelas mengenai mekanisme biologis di balik kemampuan regenerasi axolotl.

Temuan tersebut membuka peluang baru dalam pengembangan terapi regeneratif yang selama ini menjadi impian dunia kedokteran.

Penelitian Mengungkap "Peta" Regenerasi Tubuh

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menjelaskan bahwa regenerasi axolotl tidak terjadi secara acak.

Tubuh hewan ini memiliki sistem biologis yang mampu "mengetahui" bagian tubuh apa yang harus tumbuh kembali setelah mengalami cedera.

Peneliti menemukan bahwa asam retinoat, senyawa yang juga terdapat pada tubuh manusia, berperan penting dalam proses tersebut.

Kadar senyawa ini diatur oleh enzim bernama CYP26B1, sehingga sel-sel di area luka memperoleh informasi mengenai bagian tubuh yang harus dibentuk, apakah hanya jari, telapak tangan, atau seluruh lengan.

Selain itu, gen Shox turut berperan dalam membentuk tulang panjang yang menjadi kerangka anggota tubuh baru.

Kombinasi antara pengaturan kadar asam retinoat dan aktivitas gen inilah yang membuat regenerasi berlangsung dengan sangat presisi.

James Monaghan, peneliti dari Northeastern University yang telah mempelajari axolotl selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa temuan ini menjadi langkah besar dalam memahami proses regenerasi.

"Sekarang kita memiliki cetak birunya, dan kita memiliki gen yang diperlukan untuk menumbuhkan kembali anggota tubuh," ujarnya.

Menurut Monaghan, di masa depan bukan tidak mungkin akan hadir terapi berbentuk "tambalan biologis" yang mampu mengubah sel pembentuk jaringan parut menjadi sel yang aktif melakukan regenerasi.

Cedera Ternyata Mengaktifkan Seluruh Tubuh

Temuan menarik lainnya datang dari penelitian tim Harvard University yang dipublikasikan dalam jurnal Cell.

Penelitian ini menunjukkan bahwa regenerasi pada axolotl ternyata bukan hanya terjadi di lokasi luka.

Saat salah satu anggota tubuh terputus, sistem saraf simpatik langsung mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh menggunakan hormon adrenalin dan noradrenalin.

Akibatnya, sel punca di berbagai bagian tubuh ikut aktif sebagai bentuk persiapan apabila terjadi cedera berikutnya.

Penulis utama penelitian, Duygu Payzin-Dogru, menjelaskan bahwa hormon adrenalin berfungsi mempersiapkan sel-sel agar siap melakukan regenerasi.

Menariknya, hormon yang sama juga dimiliki manusia. Karena itu, para ilmuwan menilai terdapat kemungkinan bahwa mekanisme serupa suatu hari nanti dapat dimanfaatkan dalam dunia medis.

Mengapa Manusia Tidak Bisa Menumbuhkan Anggota Tubuh?

Secara evolusi, manusia sebenarnya masih memiliki banyak gen yang juga dimiliki axolotl.

Namun, kemampuan regenerasi tersebut diperkirakan hilang ketika mamalia berkembang menjadi organisme yang lebih kompleks.

Saat mengalami luka, tubuh manusia lebih memilih membentuk jaringan parut agar proses penyembuhan berlangsung cepat.

Sebaliknya, axolotl mengaktifkan sekumpulan sel yang disebut blastema, yaitu kumpulan sel yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis jaringan baru seperti tulang, otot, saraf, hingga pembuluh darah.

Meski demikian, manusia masih memiliki sedikit kemampuan regenerasi alami.

Salah satu contohnya adalah bayi yang baru lahir yang masih mampu menumbuhkan kembali ujung jari dalam kondisi tertentu.

Harapan Baru untuk Pengobatan Regeneratif

Para ilmuwan optimistis penelitian mengenai axolotl akan membawa perubahan besar dalam dunia medis.

Jika mekanisme regenerasi tersebut berhasil diterapkan pada manusia, berbagai terapi baru berpotensi dikembangkan, seperti:

Direktur Broad Stem Cell Research Center di UCLA, Thomas Rando, menilai bahwa kemampuan regeneratif manusia kemungkinan masih "tersimpan" di dalam tubuh, hanya saja belum dapat diaktifkan.

Sementara itu, dokter bedah luka bakar dari University of Washington, Sam Arbabi, menyebut pemahaman mengenai mekanisme pertumbuhan sel menjadi fondasi penting dalam pengembangan perawatan luka yang jauh lebih efektif pada masa mendatang.

Masih Membutuhkan Waktu

Meskipun hasil penelitian sangat menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa penerapan teknologi regenerasi anggota tubuh pada manusia masih memerlukan penelitian bertahun-tahun.

Proses tersebut harus dipastikan aman dan mampu menghasilkan jaringan yang berfungsi secara normal.

Namun, penemuan mengenai peran gen, enzim, serta sistem saraf dalam regenerasi axolotl menjadi tonggak penting menuju era baru pengobatan regeneratif.

Jika penelitian terus berkembang, bukan tidak mungkin suatu hari nanti manusia dapat memperbaiki jaringan atau bahkan anggota tubuh yang hilang melalui teknologi medis berbasis regenerasi. (Muthia)

Editor : Ali Mustofa
#Axolotl #Penelitian sel punca #Regenerasi anggota tubuh