Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Bangga Begadang! Ini Dampak Buruknya Bagi Remaja

uinbroadcasting • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:47 WIB
Dampak Buruk Begadang, Apa Saja?
Dampak Buruk Begadang, Apa Saja?

RADAR KUDUS – Kebiasaan tidur larut malam atau begadang semakin sering dijumpai di kalangan remaja.

Beragam aktivitas, mulai dari bermain media sosial, menonton film, bermain gim daring, hingga menyelesaikan tugas sekolah, kerap membuat waktu istirahat berkurang.

Padahal, masa remaja merupakan fase penting dalam proses pertumbuhan sehingga kebutuhan tidur yang cukup tidak boleh diabaikan.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa remaja berusia 13 hingga 18 tahun idealnya tidur selama 8–10 jam setiap malam.

Durasi tidur tersebut dibutuhkan agar tubuh dapat memulihkan energi, memperbaiki sel-sel yang rusak, serta menjaga fungsi otak tetap optimal.

Jika kebiasaan begadang terus dilakukan, tubuh akan kehilangan waktu yang diperlukan untuk melakukan proses pemulihan secara maksimal.

Kurangnya waktu tidur dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari tubuh yang mudah lelah hingga menurunnya kemampuan berkonsentrasi.

Kondisi ini membuat remaja lebih sulit memahami pelajaran di sekolah, mudah mengantuk saat belajar, dan berpotensi mengalami penurunan prestasi akademik.

Dampak Begadang bagi Kesehatan Remaja

1. Menurunkan kemampuan belajar

Saat tidur, otak memproses dan menyimpan informasi yang diperoleh sepanjang hari.

Jika waktu tidur tidak mencukupi, kemampuan mengingat, fokus, serta memecahkan masalah dapat menurun sehingga proses belajar menjadi kurang efektif.

2. Memengaruhi kesehatan mental

Tidur yang tidak cukup dapat membuat remaja lebih mudah merasa cemas, stres, emosional, dan sulit mengendalikan suasana hati.

Apabila berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini berisiko memicu gangguan kesehatan mental.

3. Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Pada saat tidur, tubuh memproduksi berbagai zat yang membantu memperkuat daya tahan tubuh. Akibatnya, remaja yang sering begadang lebih rentan mengalami flu, batuk, maupun infeksi lainnya.

4. Menghambat proses pertumbuhan

Sebagian besar hormon pertumbuhan dilepaskan ketika seseorang tidur pada malam hari.

Oleh karena itu, waktu istirahat yang cukup sangat penting untuk mendukung perkembangan tulang, otot, dan organ tubuh selama masa remaja.

5. Meningkatkan risiko kelebihan berat badan

Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Dampaknya, seseorang cenderung lebih sering merasa lapar, mengonsumsi camilan tinggi kalori, dan berisiko mengalami obesitas.

Menerapkan pola tidur yang teratur merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sejak usia muda.

Remaja sebaiknya mulai membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, mengatur jadwal istirahat secara konsisten, serta menghindari kebiasaan begadang jika tidak benar-benar diperlukan.

Dengan tidur yang cukup, tubuh akan lebih bugar, konsentrasi meningkat, dan aktivitas belajar maupun kegiatan sehari-hari dapat dijalani dengan lebih optimal. (Nurul)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan remaja #larangan begadang #pola tidur sehat #pendidikan remaja #tips kesehatan