Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sering Ngantuk dan Mudah Jerawatan? Bisa Jadi Tubuh Kelebihan Gula

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 24 Mei 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi penderita diabetes. (healthsite)
Ilustrasi penderita diabetes. (healthsite)

RADAR KUDUS - Gula memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama. Namun jika dikonsumsi berlebihan, terutama gula tambahan dari makanan dan minuman olahan, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan secara serius tanpa disadari.

Para ahli kesehatan menyebut ada perbedaan besar antara gula alami dan gula tambahan. Gula alami seperti fruktosa pada buah atau laktosa dalam susu biasanya hadir bersama serat, vitamin, dan mineral sehingga lebih aman bagi tubuh. Sebaliknya, gula tambahan yang banyak ditemukan pada soda, makanan ringan, saus kemasan, kue, hingga minuman manis menjadi jenis gula yang perlu dibatasi.

Menurut rekomendasi American Heart Association, batas konsumsi gula tambahan harian untuk perempuan sekitar 6 sendok teh, sedangkan laki-laki maksimal 9 sendok teh per hari. Sementara otoritas kesehatan Inggris menyarankan konsumsi gula bebas tidak lebih dari 30 gram per hari untuk orang dewasa.

Masalahnya, asupan gula tambahan sering kali datang tanpa disadari. Satu kaleng minuman soda saja bisa mengandung gula melebihi batas harian yang dianjurkan.

Berikut sejumlah tanda tubuh yang bisa menjadi sinyal bahwa konsumsi gula Anda sudah terlalu tinggi.

1. Jerawat semakin sering muncul

Lonjakan kadar gula darah dapat meningkatkan produksi insulin dan memicu ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini membuat kulit lebih berminyak dan rentan mengalami jerawat, bahkan pada orang dewasa.

2. Tubuh mudah lelah

Meski sudah tidur cukup, konsumsi gula berlebih bisa membuat tubuh tetap terasa lemas. Fluktuasi gula darah menyebabkan energi naik cepat lalu turun drastis sehingga tubuh mudah kehilangan stamina.

3. Bau badan berubah

Terlalu banyak gula dapat memicu pertumbuhan bakteri dan ragi di tubuh. Akibatnya, aroma keringat bisa berubah menjadi lebih asam atau manis tidak biasa.

Dalam kondisi tertentu, bau tubuh seperti buah-buahan juga bisa menjadi tanda ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes.

4. Mood mudah berubah

Gula dapat memengaruhi suasana hati. Setelah lonjakan energi akibat makanan manis, kadar gula darah biasanya turun cepat sehingga memicu rasa mudah marah, gelisah, atau sensitif.

5. Makanan alami terasa kurang manis

Jika buah atau makanan alami mulai terasa hambar, kemungkinan ambang rasa manis Anda meningkat. Ini menjadi tanda tubuh mulai terbiasa dengan kadar gula tinggi.

6. Lidah tampak putih dan kasar

Konsumsi gula berlebih bisa mengganggu keseimbangan bakteri di mulut. Akibatnya lidah tampak berlapis putih, terasa kasar, dan mulut menjadi kurang nyaman.

7. Kulit terasa gatal

Peradangan akibat konsumsi gula tinggi dapat memunculkan rasa gatal tanpa penyebab jelas pada beberapa bagian tubuh.

8. Sulit fokus atau brain fog

Asupan gula berlebih disebut dapat memicu peradangan pada otak sehingga seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, gampang lupa, dan terasa linglung.

9. Perut sering kembung

Kelebihan gula dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Dampaknya adalah perut terasa penuh gas, begah, hingga gangguan pencernaan lainnya.

10. Sering ngidam makanan manis

Gula memicu pelepasan hormon dopamin yang memberikan rasa senang. Efek ini membuat seseorang ingin terus mengonsumsi makanan manis dan sulit berhenti.

Cara Aman Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu:

Waspadai Risiko Diabetes

Jika konsumsi gula terus berlebihan dalam jangka panjang, risiko diabetes tipe 2 bisa meningkat. Gejalanya antara lain sering haus, mudah lapar, berat badan turun drastis, sering buang air kecil, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, hingga kesemutan di tangan dan kaki.

Menurut penjelasan dari American Heart Association, pola makan tinggi gula berkontribusi pada obesitas, resistensi insulin, dan penyakit metabolik lainnya.

Sementara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengingatkan bahwa diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kerusakan saraf, hingga kebutaan.

Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan pola makan sejak dini dan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala, terutama jika sudah muncul tanda-tanda yang mencurigakan.

Editor : Mahendra Aditya
#tanda kebanyakan gula #ciri tubuh kelebihan gula #gejala diabetes #cara mengurangi gula #bahaya konsumsi gula