Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemerintah Tingkatkan Surveilans Hantavirus Setelah Muncul Wabah di MV Hondius

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi virus
Ilustrasi virus

RADAR KUDUS – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai memperketat pengawasan guna mengantisipasi masuknya hantavirus ke Indonesia. Langkah ini dilakukan setelah muncul laporan wabah penyakit di kapal pesiar mewah MV Hondius yang sedang berlayar di kawasan Samudra Atlantik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah saat ini terus memantau perkembangan kasus dan berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) terkait prosedur penanganan serta skrining virus tersebut.

Menurut Budi, hingga saat ini penyebaran hantavirus masih terbatas di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.

Kemenkes Siapkan Sistem Skrining Hantavirus

Kemenkes kini tengah menyusun panduan skrining untuk mendeteksi potensi kasus hantavirus di Indonesia. Pemerintah mempertimbangkan penggunaan metode pemeriksaan seperti rapid test maupun deteksi berbasis PCR.

Budi menjelaskan Indonesia memiliki keuntungan karena infrastruktur laboratorium PCR saat ini sudah jauh lebih siap dibanding beberapa tahun lalu.

Meski begitu, pemeriksaan hantavirus memerlukan reagen khusus sehingga proses pengembangan sistem deteksi masih terus dilakukan.

“Kami fokus pada pengawasan dan surveilans agar jika ada kasus bisa segera diketahui dan ditangani lebih cepat,” ujar Budi di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.

Kasus Hantavirus Dilaporkan Terjadi di Kapal Pesiar

Wabah penyakit tersebut dilaporkan terjadi di atas kapal MV Hondius yang tengah melakukan pelayaran panjang dari Ushuaia menuju Cape Verde.

Berdasarkan laporan WHO hingga Selasa, 5 Mei 2026, terdapat tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal yang dilaporkan mengalami sakit akibat dugaan hantavirus. Tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kondisi tersebut membuat sejumlah negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui tikus atau hewan pengerat. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus.

Beberapa gejala awal hantavirus meliputi:

Dalam kasus berat, infeksi hantavirus dapat menyebabkan gangguan paru-paru hingga gagal organ.

Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang

Kemenkes menegaskan hingga kini belum ada laporan kasus hantavirus di Indonesia. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tetap aman.

Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus atau area yang berpotensi terkontaminasi.

Selain itu, pemerintah meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan.

Editor : Mahendra Aditya
#hantavirus #MV Hondius #virus hantavirus #budi gunadi sadikin #Kemenkes RI