RADAR KUDUS – Selama ini, tertawa sering kali dianggap hanya sebagai ekspresi kebahagiaan atau respons spontan terhadap humor.
Namun, penelitian medis terbaru mengungkap bahwa tulusnya sebuah tawa memiliki dampak biologis yang jauh lebih dalam bagi kesehatan fisik.
Selain mampu mencairkan suasana dan meningkatkan hormon kebahagiaan, tertawa ternyata berperan sebagai instrumen metabolisme yang mampu membantu pembakaran kalori tubuh secara alami.
Baca Juga: Kebangkitan "Retro-Tech": Mengapa Gen Z Kini Berbondong-bondong Kembali ke Earphone Kabel?
Penelitian dari Vanderbilt University Medical Center yang dipimpin oleh Maciej Buchowski, Ph.D., memberikan bukti ilmiah mengenai hubungan antara tawa dan penggunaan energi.
Saat seseorang tertawa terbahak-bahak, terjadi aktivitas fisik yang cukup intens pada otot-otot wajah, perut, hingga diafragma.
Hasil studi menunjukkan bahwa saat tertawa, detak jantung seseorang meningkat sekitar 10 hingga 20 persen.
Peningkatan denyut nadi ini memicu tubuh untuk bekerja lebih aktif dan meningkatkan konsumsi oksigen, yang secara otomatis mendorong pengeluaran energi lebih besar dibandingkan saat tubuh dalam kondisi diam atau beristirahat.
Meskipun jumlah kalori yang terbakar dalam sekali tawa tidaklah drastis, dampak akumulasinya sangat menarik untuk disimak. Berikut adalah rincian matematis dari manfaat rutin tertawa:
Durasi 10-15 Menit: Tertawa dalam durasi ini secara konsisten setiap hari dapat membakar sekitar 10 hingga 40 kalori tambahan.
Target Tahunan: Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin selama 365 hari, total kalori yang terbakar setara dengan penurunan berat badan sekitar 1,8 kilogram.
Angka ini membuktikan bahwa hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan kontribusi nyata terhadap manajemen berat badan dalam jangka panjang.
Selain membantu metabolisme, tertawa memiliki efek domino yang positif bagi kesehatan mental dan fisik lainnya.
Tertawa dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan meningkatkan pelepasan endorfin, kimia alami tubuh yang menciptakan rasa nyaman.
Hal ini secara tidak langsung membantu menstabilkan tekanan darah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Perlu digarisbawahi bahwa tertawa bukanlah pengganti dari rutinitas olahraga intensif atau pola makan bergizi seimbang. Para ahli menekankan bahwa tertawa sebaiknya dipandang sebagai suplemen gaya hidup sehat.
"Tertawa adalah cara termudah dan termurah untuk melengkapi keseimbangan tubuh. Ini adalah latihan kardio ringan yang bisa Anda lakukan di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja," ungkap para peneliti.
Dengan memasukkan lebih banyak humor dalam keseharian—baik melalui interaksi sosial, menonton komedi, atau sekadar berbagi cerita lucu—kita tidak hanya menjaga kesehatan mental, tetapi juga memberikan "bonus" kecil bagi kebugaran fisik kita. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna