RADAR KUDUS - Selama ini, katarak kerap dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang lansia. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa kondisi ini juga bisa terjadi pada usia muda. Dalam dunia kedokteran, kondisi tersebut dikenal sebagai Katarak juvenil.
Dokter spesialis mata menyebut, meskipun jumlah kasusnya tidak sebanyak pada kelompok usia lanjut, katarak pada usia produktif tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kualitas hidup dan produktivitas.
Apa Itu Katarak?
Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, sehingga mengganggu kemampuan melihat secara normal.
Menurut World Health Organization, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia, terutama di negara berkembang.
Penyebab Katarak pada Usia Muda
Berbeda dengan katarak pada lansia yang umumnya disebabkan oleh proses penuaan, pada anak muda ada beberapa faktor pemicu yang lebih spesifik, antara lain:
1. Trauma pada Mata
Benturan keras, cedera akibat benda tajam, atau kecelakaan dapat merusak lensa mata dan memicu katarak lebih cepat.
2. Penyakit Metabolik
Kondisi seperti Diabetes Mellitus dan hipertensi dapat mempercepat kekeruhan lensa mata.
3. Miopia Tinggi (Rabun Jauh Parah)
Penderita rabun jauh berat memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pada struktur mata, termasuk katarak.
4. Penggunaan Obat Tertentu
Penggunaan jangka panjang obat steroid diketahui dapat meningkatkan risiko katarak.
5. Faktor Genetik dan Lingkungan
Riwayat keluarga serta paparan sinar ultraviolet berlebih juga berkontribusi terhadap munculnya katarak lebih dini.
Gejala Awal yang Sering Tidak Disadari
Katarak pada usia muda sering berkembang perlahan sehingga kerap diabaikan. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi:
- Penglihatan buram atau berkabut
- Sensitif terhadap cahaya
- Sulit melihat di malam hari
- Warna terlihat pudar
- Penglihatan tidak membaik meski sudah memakai kacamata
Karena gejalanya tidak selalu terasa signifikan di awal, banyak penderita baru menyadari saat kondisi sudah cukup parah.
Data Terbaru: Katarak Masih Jadi Ancaman Serius
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat sekitar 600 ribu lebih kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia pada 2025.
Bahkan, katarak menyumbang lebih dari 80 persen kasus kebutaan pada usia di atas 50 tahun. Meski demikian, tren pada usia produktif mulai mendapat perhatian karena meningkatnya faktor risiko seperti gaya hidup dan penyakit metabolik.
Dampak Jika Tidak Ditangani
Katarak yang tidak diobati dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap hingga kebutaan.
Selain itu, dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi karena menurunnya produktivitas.
Cara Mencegah Katarak Sejak Dini
Pencegahan katarak pada usia muda dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti:
- Menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar
- Menghindari cedera pada mata
- Mengontrol penyakit seperti diabetes
- Mengonsumsi makanan kaya antioksidan
- Rutin memeriksakan kesehatan mata
Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kesehatan penglihatan dalam jangka panjang.
Upaya Pemerintah dan Layanan Pengobatan
Pemerintah terus mendorong deteksi dini melalui program skrining kesehatan mata dan memastikan operasi katarak dapat diakses melalui program JKN.
Targetnya, semakin banyak penderita dapat ditangani lebih cepat sebelum mengalami kebutaan permanen.
Katarak bukan lagi penyakit yang hanya menyerang lansia. Anak muda juga berisiko, terutama jika memiliki faktor pemicu tertentu.
Dengan mengenali gejala sejak awal dan menjaga kesehatan mata, risiko gangguan penglihatan serius dapat diminimalkan.
Editor : Mahendra Aditya