RADAR KUDUS – Dalam kehidupan rumah tangga, kehadiran buah hati merupakan salah satu anugerah yang sangat didambakan.
Anak sering dipandang sebagai penyejuk hati, penerus keluarga, sekaligus kebanggaan yang melengkapi kebahagiaan pasangan suami istri.
Tidak sedikit yang merasakan hampa ketika penantian itu berlangsung lama, meski usia pernikahan sudah cukup berjalan.
Dalam sebagian tradisi keagamaan dan amalan masyarakat, terdapat ikhtiar batin yang dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan agar segera dikaruniai keturunan.
Amalan ini dipahami sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sembari terus memohon pertolongan dan rahmat-Nya.
Ikhtiar Spiritual dalam Menanti Keturunan
Bagi pasangan yang telah lama menantikan hadirnya anak, sebagian masyarakat mengenal amalan tertentu yang dilakukan secara rutin dalam kurun waktu tertentu.
Amalan ini disertai dengan keyakinan dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT, sebagai bentuk pengharapan yang tulus.
Dalam Al-Qur'an, dijelaskan bahwa anak merupakan bagian dari perhiasan kehidupan dunia, yang menjadi sumber kebahagiaan dan ujian bagi orang tua.
Karena itu, permohonan agar diberikan keturunan selalu menjadi bagian dari doa banyak pasangan.
Rangkaian Amalan dan Doa Malam Hari
Dalam praktik yang berkembang, terdapat amalan yang dilakukan pada waktu malam selama beberapa hari berturut-turut. Maka lakukanlah amalan berikut:
Pertama, siapkan telur ayam.
Kedua, setiap tengah malam selama seminggu dengan menghadap telur tersebut bacalah: Surat Al-Fatihah 7 (tujuh) kali, Surat Al-Ikhlash 21 (dua puluh satu) kali, Surat Al-falaq 1 (satu) kali, Surat An-Naas 1 (satu) kali. Kemudian ayat dibawah ini 1226 (seribu dua ratus dua puluh enam) kali:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin).
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Setiap pagi selama seminggu itu suami dan istri harus mandi bersama dan telur itu dibawa oleh suami ketempat mandi.
Setelah selesai mandi serahkan telur itu kepada istri untuk disimpan.
Malam harinya dibacakan surat-surat dan ayat-ayat diatas lagi dan seterusnya sampai seminggu.
Selama itu pula setiap malam suami istri harus tidur bersama dengan posisi kepala berada diutara.
Setelah seminggu selesai, adakan selamatan.
Campurkan telur tadi dengan makanan lain yang dihidangkan. Insya Allah istri anda akan segera hamil dan punya anak.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Sang Pencipta, disertai harapan agar diberikan jalan terbaik dalam kehidupan rumah tangga.
Kebersamaan Suami Istri dalam Ikhtiar
Selain doa, kebersamaan suami istri juga dijaga dalam bentuk perhatian, kebersihan, dan keharmonisan hubungan rumah tangga.
Dalam beberapa tradisi, momen kebersamaan ini dianggap sebagai bagian dari ikhtiar lahir yang menyatu dengan doa batin.
Namun yang terpenting adalah menjaga niat yang tulus serta keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam kehendak Allah SWT.
Pada akhirnya, segala bentuk ikhtiar yang dilakukan tetap harus disertai tawakal dan kesabaran.
Sebab hanya Allah yang menentukan kapan dan kepada siapa keturunan diberikan.
Setiap doa yang dipanjatkan tidak pernah sia-sia, meski jawabannya datang dengan cara dan waktu yang tidak selalu dipahami manusia.
Yang terpenting adalah terus menjaga harapan, memperkuat doa, dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan. (top)
Editor : Ali Mustofa