Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan: Dari Asam Lambung hingga Pengaruh Pikiran terhadap Penyakit

Ghina Nailal Husna • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:53 WIB

Benarkah 90% penyakit berasal dari pikiran
Benarkah 90% penyakit berasal dari pikiran

RADAR KUDUS – Berbagai informasi kesehatan sering beredar di masyarakat, namun tidak semuanya benar secara ilmiah.

Banyak pertanyaan sederhana yang sering muncul, mulai dari produksi air liur yang berlebihan, manfaat air dengan pH tinggi, hingga anggapan bahwa sebagian besar penyakit berasal dari pikiran.

Dalam sebuah pembahasan edukatif, dokter Tirta menjelaskan sejumlah mitos dan fakta kesehatan yang sering disalahpahami masyarakat. Berikut beberapa poin penting yang perlu diketahui.

Hubungan Air Liur dengan Asam Lambung

Produksi air liur yang meningkat sering dianggap sebagai tanda meningkatnya asam lambung. Secara medis, kondisi ini memang bisa berkaitan, namun tidak selalu menjadi indikator pasti.

Air liur dan asam lambung sama-sama dipengaruhi oleh sistem metabolisme, hormon, dan aktivitas saraf otonom.

Ketika seseorang merasa lapar, hormon ghrelin meningkat sehingga produksi air liur juga bertambah. Pada saat yang sama, sistem pencernaan bersiap menerima makanan, sehingga produksi asam lambung juga bisa meningkat.

Dengan kata lain, keduanya memang saling berhubungan karena merupakan bagian dari proses pencernaan. Namun, peningkatan air liur tidak selalu berarti asam lambung sedang naik secara berlebihan.

Apakah Air Ber-pH Tinggi Bisa Menetralkan Asam Lambung?

Minuman dengan pH tinggi atau bersifat lebih basa sering dipromosikan sebagai solusi untuk menetralkan asam lambung.

Namun menurut penjelasan medis, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme sendiri untuk menstabilkan zat yang masuk ke dalam sistem pencernaan.

Setiap cairan yang masuk ke kerongkongan akan berinteraksi dengan asam lambung yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh.

Asam lambung memiliki peran penting untuk membunuh bakteri dan virus yang mungkin terbawa dari makanan atau minuman.

Meskipun ada teori bahwa air bersifat basa dapat membantu menyeimbangkan keasaman lambung, bukti ilmiah yang kuat masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Oleh karena itu, yang paling dianjurkan adalah mengonsumsi air secara seimbang tanpa terlalu berlebihan pada satu jenis tertentu.

Apakah Penderita Anxiety Tidak Boleh Berolahraga?

Gangguan kecemasan atau anxiety tidak selalu berarti seseorang harus menghindari olahraga. Bahkan dalam banyak kasus, aktivitas fisik justru dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan.

Olahraga dapat berfungsi sebagai bentuk meditasi aktif yang membantu menurunkan stres dan meningkatkan keseimbangan hormon.

Namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi individu dan tingkat keparahan gangguan kecemasan.

Yang terpenting adalah diagnosis harus dilakukan oleh profesional seperti psikolog atau psikiater, bukan berdasarkan dugaan sendiri.

Kopi Membuat Mengantuk?

Kopi dikenal sebagai minuman yang meningkatkan fokus karena kandungan kafeinnya. Namun beberapa orang justru merasa mengantuk setelah meminumnya.

Hal ini biasanya terjadi karena tubuh mengalami kelelahan atau kurang tidur. Kafein memang dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan kewaspadaan, tetapi jika tubuh benar-benar membutuhkan istirahat, efek tersebut tidak akan cukup kuat untuk melawan rasa lelah.

Dengan kata lain, jika kopi tidak lagi mampu menghilangkan rasa kantuk, kemungkinan besar tubuh memang membutuhkan tidur.

Kopi dan Jantung Berdebar

Kafein dalam kopi dapat merangsang sistem saraf simpatis yang berfungsi meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Inilah yang menyebabkan sebagian orang merasakan jantung berdebar setelah mengonsumsi kopi.

Bagi sebagian besar orang sehat, efek ini tidak berbahaya. Namun bagi penderita gangguan irama jantung (aritmia), konsumsi kopi berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisi tersebut.

Benarkah 90% Penyakit Berasal dari Pikiran?

Salah satu mitos yang sering beredar adalah bahwa sebagian besar penyakit berasal dari pikiran. Secara medis, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar.

Penyakit dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti infeksi mikroorganisme, gangguan metabolisme, faktor genetik, hingga kondisi yang penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Namun pikiran memang memiliki peran penting dalam proses penyembuhan. Sikap mental yang positif dapat membantu menjaga keseimbangan hormon stres, memperkuat sistem imun, dan meningkatkan peluang tubuh untuk pulih.

Dokter pada dasarnya membantu mengendalikan penyakit dan mencegah kondisi pasien memburuk. Sementara proses penyembuhan sebagian besar bergantung pada kemampuan tubuh sendiri untuk melakukan regenerasi.

Banyak informasi kesehatan yang beredar di masyarakat tidak selalu sepenuhnya akurat. Memahami dasar ilmiahnya sangat penting agar tidak salah mengambil kesimpulan.

Tubuh manusia memiliki sistem yang kompleks untuk menjaga keseimbangan dan melawan penyakit. Peran dokter adalah membantu mengarahkan proses tersebut, sementara faktor gaya hidup, kondisi mental, dan sistem imun tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#dr tirta #mitos dan fakta