RADAR KUDUS - Sering kali kita terlalu sibuk mencari makanan yang berlabel “superfood” impor atau tren diet terbaru, padahal bahan pangan sederhana di sekitar kita justru menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan.
Tanpa disadari, makanan lokal yang mudah dijangkau ini memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bahkan mampu menyaingi pangan populer dari luar negeri.
Salah satunya adalah ubi ungu. Umbi berwarna mencolok ini kaya akan antosianin, senyawa antioksidan kuat yang jumlahnya disebut mencapai tiga kali lebih tinggi dibanding blueberry.
Antioksidan tersebut berperan penting dalam melawan radikal bebas, membantu menghambat pertumbuhan sel kanker hingga sekitar 75 persen, serta mendukung kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.
Tak kalah menarik, kulit pisang rebus yang kerap dianggap limbah ternyata menyimpan potensi besar.
Kandungan kaliumnya disebut 40 persen lebih tinggi dibanding daging buahnya. Kalium berperan penting dalam menjaga tekanan darah, fungsi saraf, dan keseimbangan cairan tubuh.
Selain itu, kulit pisang juga diketahui membantu produksi serotonin, hormon yang berperan sebagai “mood booster” alami.
Dengan kata lain, konsumsi olahan kulit pisang berpotensi mendukung kesehatan pencernaan sekaligus kesehatan mental.
Sementara itu, ikan teri sering dipandang sebagai lauk sederhana, padahal nilai gizinya sangat tinggi.
Kalsium pada ikan teri, terutama karena dikonsumsi bersama tulangnya, lebih mudah diserap tubuh dibandingkan kalsium dari susu—bahkan disebut hingga tiga kali lebih efektif.
Kandungan ini sangat bermanfaat untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan tulang. Selain itu, ikan teri juga kaya protein serta mineral penting seperti fosfor dan selenium.
Sayuran hijau yang mudah ditemukan seperti kangkung juga tak boleh diremehkan. Kangkung memiliki tingkat penyerapan zat besi hingga 90 persen, lebih efektif dibanding bayam.
Hal ini menjadikannya pilihan baik untuk membantu mencegah anemia. Kangkung juga mengandung vitamin B kompleks, termasuk B12 versi nabati, yang berperan penting dalam metabolisme energi dan kesehatan sistem saraf.
Beragam contoh ini menunjukkan bahwa pola makan sehat tidak selalu harus mahal atau rumit. Bahan pangan lokal yang sederhana, jika diolah dan dikonsumsi dengan tepat, dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh.
Dengan lebih menghargai makanan di sekitar kita, kita tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga mendukung kearifan lokal dan ketahanan pangan. (Ghina)
Editor : Ali Mustofa